Dokter Siti Sundari Manoppo, Konsentrasi di Bidang Sosial Kemasyarakatan

Menjadi manusia yang berani meluangkan banyak waktu demi membantu kebutuhan orang lain, bukan hal yang mudah. Perlu banyak pengorbanan dan hati lapang

Dokter Siti Sundari Manoppo, Konsentrasi di Bidang Sosial Kemasyarakatan
ist
Dokter Siti Sundari Manoppo saat berada di pedalam suku Asmat, Papua 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi seseorang yang bersedia meluangkan banyak waktu demi membantu kebutuhan orang lain, bukan hal yang mudah.

Perlu pengorbanan, bukan hanya waktu, materi, tenaga namun hati yang lapang. Dokter Siti Sundari Manoppo (67) mengatakan bahwa yang dilakukan semua selama ini semata-mata untuk mencari keberkahan dari Tuhan.

"Bilamana punya niat baik dan bermanfaat, segera renungkan dan laksanakan. Karena ketika tidak dilakukan segera atau menunda maka semangat akan menurun kemudian hilang atau lupa. Pengalaman manis masa kecil dan orang-orang sekitar yang mempengaruhi kehidupannya kelak," cerita Sundari, Minggu (21/4/2019).

Mantan Direktur Utama Rumah Sakit Onkologi Surabaya (2012 - 2018) ini mengaku selain karena pengaruh lingkungan tempat tinggalnya, sejak kecil Sundari tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang sederhana sehingga setidaknya dapat merasakan pernah berada di posisi keterbatasan.

Menjadi dokter adalah cita-citanya, agar dapat menolong orang sakit seperti Ibu Theresa, idola panutannya. Lulus sebagai dokter tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Sundari dan sang suami membawa anak pertamanya melaksanakan tugas Inpres di Puskesmas Perasi Kabupaten Karangasem - Bali.

Sedangkan Suaminya bertugas di RSU Amlapura. Supervisi ke Puskesmas Pembantu dengan naik motor, Melakukan Puskesmas Keliling untuk Melayani Masyarakat di desa-desa yang jauh.

Berjalan kaki kerumah-rumah warga yang perlu dikunjungi, penyuluhan di Balai Banjar, mengikuti pelatihan-pelatihan, koordinasi dengan Dinas terkait untuk penanggulangan Masalah di Wilayah Karangasem.

Bersama petugas berkeliling mencari jentik-jentik nyamuk karena wilayah Karangasem endemis Penyakit Malaria, Bersama staf dan Petugas rekreasi bersama.

Menjadi Instruktur Senam Aerobic dan Senam Jantung Sehat bersama Muspida Karangasem setiap hari Minggu. Bahkan mendirikan taman anak-anak ' Kumara Sandhi di Desa Perasi yang eksis sampai sekarang.

Pekerjaan yang benar-benar dinikmatinya selama 4 tahun menjalani Program Wajib Sarjana di Bali.

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved