Berita Blitar

Saksi Kunci Dugaan Kasus Penyelewangan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo Kabupaten Blitar Kabur

Saksi Kunci Dugaan Kasus Penyelewangan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo Kabupaten Blitar Kabur

Saksi Kunci Dugaan Kasus Penyelewangan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo Kabupaten Blitar Kabur
Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar 

Saksi Kunci Dugaan Kasus Penyelewangan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo Kabupaten Blitar Kabur

SURYA.co.id | BLITAR - Satreskrim Polres Blitar Kota terus mendalami dugaan kasus penyelewengan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) 2018 di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sananwetan, Kabupaten Blitar.

Polisi sudah meminta keterangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar terkait masalah itu.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan penyelidikan dugaan kasus penggelapan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo sebenarnya sudah terang. Polisi menemukan sudah menemukan indikasi penyelewengan penggunaan dana itu.

Tetapi, saat ini, polisi masih kesulitan memeriksa saksi utama dalam kasus itu. Saksi utama dalam kasus itu, yakni, bendahara desa yang mengelola penggunaan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo. Saksi utama kasus itu kabur dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

"Indikasi penyelewengannya ada, tapi kami masih kesulitan memeriksa saksi kunci dalam kasus itu. Saksi kuncinya kabur," kata Adewira, Jumat (19/4/2019).

Dikatakannya, jumlah saksi yang sudah diperiksa dalam kasus itu juga bertambah. Sampai sekarang sudah ada 15 saksi yang diperiksa termasuk dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar.

Sebelumnya, polisi juga sudah memeriksa sejumlah perangkat di desa itu.

"Sudah ada 15 saksi yang kami mintai keterangan terkait kasus itu. Kami juga sudah melakukan gelar perkara. Secepatnya kasusnya akan kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," kata mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya.

Dari pemeriksaan sejumlah saksi itu, polisi menemukan beberapa indikasi penyelewengan penggunaan DD dan ADD di Desa Tuliskriyo.

Mulai pencairan dana yang peruntukannya tidak sesuai sampai dugaan adanya proyek fiktif dalam penggunaan dana tersebut.

"Perkiraan kerugian negara dalam kasus itu sekitar Rp 500 juta. Itu DD dan ADD tahun 2018 untuk pencairan pertama dan kedua," katanya.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Blitar Kota menyelidiki dugaan kasus penyelewengan DD dan alokasi ADD di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Sebelumnya, polisi sudah memeriksa sebanyak 13 saksi terkait dugaan kasus itu.

Dugaan kasus penyelewengan DD dan ADD itu untuk pencairan tahap satu dan tahap kedua pada 2018. Polisi memperkirakan nilai dana yang diselewengkan sekitar Rp 493 juta.

Penyelidikan kasus itu berdasarkan informasi yang diterima polisi dari masyarakat. Masyarakat mengadu ada program pembangunan di desa itu yang menggunakan DD dan ADD tidak terealisasi.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved