Pemilu 2019

Proses Pemilu 2019 di Pasuruan Mendapatkan Catatan dari KIPP, Ini Rinciannya

Yang kedua, kata dia, di dalam DPT yang tertera di setiap TPS, masih terdapat daftar warga yang telah meninggal.

Proses Pemilu 2019 di Pasuruan Mendapatkan Catatan dari KIPP, Ini Rinciannya
surya.co.id/galih lintartika
Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Pasuruan Nur Karoma Rohma 

SURYA.co.id | PASURUAN - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Pasuruan membuat sejumlah catatan dari hasil proses pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019, baik itu Pilpres ataupun Pileg.

Ketua KIPP Pasuruan Nur Karoma Rohma menjelaskan, dalam pemantauan pemilu yang dilakukannya bersama tim, Rabu, 17 April 2019, pihaknya membuat lima catatan yang perlu disikapi dan menjadi bahan evaluasi.

Dikatakan dia, pertama, KIPP menemukan APK, stiker, gambar caleg yang masih ada di hari H pencoblosan.

Menurutnya, hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, dan sudah menjadi hal pasti sangat disayangkan sekali.

"Seharusnya pembersihan sudah dilakukan mulai tanggal 14 - 16 April atau di masa tenang. Tidak boleh ada APK dalam bentuk apapun saat masa pemungutan suara," keluhnya kepada SURYA.co.id, Kamis (18/4/2019).

Yang kedua, kata dia, di dalam DPT yang tertera di setiap TPS, masih terdapat daftar warga yang telah meninggal.

Seharusnya data tersebut dicoret dan diberi keterangan, mengetahui PTPS dan KPPS.

Ia menilai ini tidak dilakukan di awal, jadi data yang meninggal masih mendapatkan undangan.

Rahma, sapaan akrabnya, menjelaskan, untuk catatan ketiga adalah kekeliruan dalam pendistribusian surat suara ke TPS masih saja ditemukan.

Dari sekian kasus serupa yang ditemui, paling mencolok terjadi di TPS 17 Dusun Pucang, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved