Lifestyle

Kiprah Roemah Kebaya Bordir Afiti: Bahan Premium dan Bordir Handmade Jadi Andalan

Kiprah Roemah Kebaya Bordir Afiti: Bahan Premium dan Bordir Handmade Jadi Andalan

Kiprah Roemah Kebaya Bordir Afiti: Bahan Premium dan Bordir Handmade Jadi Andalan
surya.co.id/sugiharto
Lilik Nur memamerkan produknya di workshop-nya di Kebonsari Regancy, Kamis (18/4/2019). 

TREAN menggunakan kebaya di kegiatan-kegiatan non formal, menarik Lilik Noer untuk mengembangkan kebaya modern dengan menggunakan eksen bordir.

Dengan modal awal sekitar Rp 10 juta di tahun 2016, kebaya bordir ini berhasil menarik minat pasar, terutama yang premium.

Usaha kebaya bordir yang dikembangkan Lilik Noer berawal dari kesibukannya sebagai pengurus di organisasi maupun komunitas wanita.

"Dalam satu tahun, setidaknya ada tiga event yang membuat perempuan memerlukan kebaya. Terutama di Surabaya dan Jawa Timur ini. Yaitu peringatan Hari Kartini, peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap bulan Agustus dan peringatan hari Ibu," ungkap Lilik Noer, yang juga menjadi salah satu pengurus Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Jatim tersebut.

Saat ditemui di showroom Roemah Kebaya Afiti di kawasan Kebosari, Surabaya, Lilik Noer mengaku kebaya merupakan produk yang sangat diminati. Apalagi saat ini jenis, model dan macam kebaya selalu berkembang.

Namun menurut Lilik, untuk kebaya dengan eksen bordir, masih memiliki pasar yang stabil. Hal itu yang membuat produk yang dikembangkannya konsisten di pasar kebaya bordir.

"Apalagi kebaya bordir yang saya produksi termasuk premium. Menggunakan kain katun fual, yang dingin dan bisa mendukung proses bordirnya," ungkap Lilik.

Motif-motif bordir juga mereka sajikan dengan aneka ragam bentuk dan warna. Seringkali satu karya memiliki motif yang berbeda dengan yang lainnya. Tapi ketika harus seragam, atau permintaan untuk membuat sama, Lilik pun menyanggupinya.

"Pesanan terbanyak saat diminta membuat 147 piece kebaya bordir untuk seragam. Itu yang berbesar dan terbanyak sampai saat ini," ungkap Lilik.

Untuk proses bordir, Lilik menggandeng empat pengrajin bordir yang memiliki tempat workshop di Singosari, Malang. Sementara untuk pengrajin jahit, ada tujuh orang.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved