Pemilu 2019

Saat Ratusan Warga Suku Tengger Nyoblos di Pemilu 2019, Kenakan Baju Adat Bernuansa Hitam

Warga Suku Tengger memiliki sebuah kebiasaan yang unik saat waktu pencoblosan seperti sekarang.

Saat Ratusan Warga Suku Tengger Nyoblos di Pemilu 2019, Kenakan Baju Adat Bernuansa Hitam
surya.co.id/galih lintartika
Ratusan warga Suku Tengger berbondong-bondong mendatangi TPS 06 atau TPS Adat di rumah adat Suku Tengger, Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (17/4/2019) pagi. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Ratusan warga Suku Tengger berbondong-bondong mendatangi TPS 06 atau TPS Adat di rumah adat Suku Tengger, Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (17/4/2019) pagi.

Mereka tampak bergembira menyambut pesta demokrasi.

Inilah adat warga Suku Tengger yang selalu antusias menyambut kontestasi politik untuk menentukan masa depan bangsa.

Itu sudah menjadi kesadaran warga Suku Tengger untuk tidak golput dan menyalurkan hak suaranya.

Saking antusiasnya, warga Suku Tengger memiliki sebuah kebiasaan yang unik saat waktu pencoblosan seperti sekarang.

Mereka tampak mengenakan pakaian adat khas Suku Tengger.

Pakai udeng dan bernuansa hitam.

Ratusan warga Suku Tengger berbondong-bondong mendatangi TPS 06 atau TPS Adat di rumah adat Suku Tengger, Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (17/4/2019) pagi.
Ratusan warga Suku Tengger berbondong-bondong mendatangi TPS 06 atau TPS Adat di rumah adat Suku Tengger, Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (17/4/2019) pagi. (surya.co.id/galih lintartika)

Meski mengenakan pakaian adat dan TPSnya di rumah adat, tak menyurutkan semangat warga Suku Tengger untuk mencoblos.

"Saya justru bangga, warga Suku Tengger bisa mengikuti pesta demokrasi dengan aman, damai dan tertib, dan terpenting tetap bisa membawa identitas warga Suku Tengger," kata Budi, salah satu warga Suku Tengger.

Di Desa Ngadisari ini, ada enam TPS. Dua TPS di rumah warga atas dasar swadaya bersama, satu di balai desa, satu di rumah adat, sekolah dan tempat ibadah warga Suku Tengger.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved