Berita Surabaya

Reaksi Gubernur Jatim Khofifah tentang Dua Insiden terkait Pemilu 2019 di Sampang dan Blitar

Reaksi Gubernur Jatim Khofifah soal dua insiden terkait Pemilu 2019 di Sampang dan Blitar.

Reaksi Gubernur Jatim Khofifah tentang Dua Insiden terkait Pemilu 2019 di Sampang dan Blitar
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan hak pilihnya di TPS 38 Jemurwonosari, Surabaya, Rabu (17/4/2019). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Terkait insiden saat Pemilu yang berujung penembakan di Kabupaten Sampang menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Usai melakukan peninjauan di lima TPS di empat kabupaten kota, Rabu (19/4/2019), ia mengaku sudah menerima laporan terkait insiden tersebut. 

Dan pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah bekerja sama dengan kepolisian dari Polda Jawa Timur. 

"Sudah teratasi, kita sudah koordinasi dengan Polda Jawa Timur juga. TPS yang bersangkutan akan tetap berjalan sebagaimana proses dan prosedur yang harus dilakukan. Mudah-mudahan bisa dilokalisir," kata Khofifah diwawancara di Grahadi. 

Dikatakan Khofifah, pelaku yang terlibat dalam insiden menggunakan senjata api itu juga sudah berhasil diidentifikasi oleh kepolisian. Sehingga ia berharap bahwa proses Pemilu, terutama di proses perhitungan suara bisa terus berjalan sesuai dengan yang direncakan. 

"Mudah-mudahan bisa dilokalisasir. Dan semua berjalan sesuai harapan," tegasnya. 

Terjadi aksi bentrokan di Sampang, Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 09.45 WIB. Tepatnya, berada di TPS 7 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. 

Bentrokan ini disebabkan adanya dugaan perampasan mandat saksi oleh salah satu saksi calon legislatif (caleg) partai perserta pemilu.

Hal ini menyebabkan bentrok dua kelompok massa, yang di antaranya membawa senjata tajam hingga senapan api.

Akibatnya, seorang korban menderita luka tembak di bagian tangan sebelah kiri. Kasus ini pun telah ditangani Polres Sampang. 

Selain insiden di Sampang, Gubernur Khofifah juga menyoal tentang insiden di Blitar. Saat pencoblosan di TPS 16 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo ada pemilih menolak jarinya diberi tinta biru dan malah melukai petugas KPPS dengan menyayat leher dan dagu. 

Menurut Khofifah hal tersebut sudah ditangani petugas. Ia memastikan hal itu tidak mengganggu jalannya pesta demokrasi di lingkungan tersebut.

Lebih lanjut Khofifah berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga proses Pemilu. Pasalnya setelah pemungutan suara hari ini, masih panjang proses yang dilakukan. 

"Kita semua harus menjaga proses ini, agar demokrasi negara kita menjadi berkualitas aman damai guyub rukun," tegas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved