Mahasiswa di Jember Kecewa Tidak Bisa Nyoblos Karena Kehabisan Surat Suara

Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Jember tak bisa menyalurkan suara di Pemilu kali ini meski sudah mengantongi formulir A-5 atau surat keterangan pindah

Mahasiswa di Jember Kecewa Tidak Bisa Nyoblos Karena Kehabisan Surat Suara
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sejumlah mahasiswa di Jember saat melakukan protes ke KPU Jember karena kehabisan surat suara dan tidak bisa ikut memilih, Rabu (17/4/2019) 

SURYA.co.id | JEMBER - Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Jember tidak bisa menyalurkan suara di Pemilihan Umum serentak 2019 meski sudah mengantongi formulir A-5 atau surat keterangan pindah memilih.

Ini terjadi karena surat suara Pilpres sudah habis. 

Akibatnya mereka protes dan ngluruk kantor KPU Jember di Jl Kalimantan. Dari pantauan Surya, dua kali kelompok mahasiswa ngluruk ke KPU Jember.

Awal datang mereka bertanya tentang layanan di TPS yang tidak mengakomodasi pemilih yang membawa A-5. Mereka protes karena telah menunggu sejak pagi.

Petugas KPU akhirnya mengarahkan mereka untuk kembali ke TPS dan akan dilayani. Para mahasiswa ini tersebar di sejumlah TPS di kawasan sekitar kampus, seperti di TPS 16, 17, dan 02 Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari.

Namun di lapangan, terjadi kekurangan surat suara, terutama surat suara Pemilihan Presiden. Seperti terjadi di TPS 02 dan 16 Kelurahan Tegalgede.

Karena surat suara Pilpres habis, mereka pun kembali protes ke Kantor KPU. Seperti yang dilakukan Stefani, mahasisiwi Politeknik Negeri Jember yang mengantongi A-5 untuk memilih di TPS 16.

"Saya menunggu lama di TPS tapi akhirnya tidak bisa nyoblos karena surat suara habis. Surat suara untuk Pilpres. Tentunya kecewa karena baru pertama ini saya ikut Pemilu. Ternyata begini ribetnya," tegas Stefani.

Pemilu di Sampang Madura Sempat Diwarnai Kericuhan. Dua Pelaku Bawa Kabur Kotak Suara Legislatif

Mahasiswi itu telah mengurusi A-5 sejak lama. Namun ternyata di lapangan, suaranya malah tidak bisa disalurkan.

Kekecewaan juga diungkapkan Ayu Kusumaningdewi, juga dari Politeknik Negeri Jember. Mahasiswi ini terdata boleh memilih di TPS 49 Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari.

"Saat mau nyoblos malah surat suara habis. Tentu saja kecewa. Padahal antre sejak pukul 10.00 Wib," kata Ayu. Ayu tidak sendiri. Dia bersama tiga orang temannya melakukan protes ke KPU Jember.

Saat mahasiswa berkumpul di KPU, lebih dari 20 orang yang melayangkan protes. Di TPS 16 Tegalgede saja terdapat 22 mahasiswa pembawa A-5 yang tidak bisa mencoblos akibat surat suara Pilpres sudah habis.

Oleh Komisioner KPU Habib M Rohan, para mahasiswa itu diminta mengisi formulir C-2 atau formulir berisi keberatan.

"Silahkan mengisi formulir C-2 dan sampaikan keberatan di situ. Atau teman-teman bisa mengajukan keberatan di Mahkamah Konstitusi," ujar Rohan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved