45 Warga Binaan Lapas Tulungagung Menolak Menggunakan Suara Dalam Pilpres 2019

Sebanyak 45 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung tidak menggunakan hak suaranya pada Pemilu alias golput. Ini alasannya

45 Warga Binaan Lapas Tulungagung Menolak Menggunakan Suara Dalam Pilpres 2019
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Petugas Lapas Kelas IIB Tulungagung tengah melakukan rekapitulasi perhitungan suara, Rabu (17/4/2019) 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sebanyak 45 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung tidak menggunakan hak suaranya pada Pemilu, Rabu (17/4/2019).

Mereka menolak mendatangi TPS, meski sudah didatangi dan dihimbau oleh petugas Lapas.

Saat ini di Lapas Kelas IIB Tulungagung terdapat 625 warga binaan.

Dari jumlah itu, 490 orang mempunyai hak pilih.

Namun 60 di antaranya sudah bebas sebelum pelaksanaan Pemilu.

Sehingga total warga binaan yang mempunyai hak pilih sebanyak 430 orang.

"Dari jumlah itu, 45 orang menolak menggunakan hak pilihnya," terang Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Erry Taruna.

Petugas Lapas dan KPPS sempat mendatangi mereka, dan membujuk agar mau mencoblos.

Namun mereka kukuh dengan sikapnya untuk Golput.

"Kami tidak bisa memaksa, karena Golput juga pilihan," sambung Erry.

Karena 45 warga binaan tidak menggunakan hak suara, maka prosentase kehadiran di TPS Lapas sebesar 89,5 persen.

Angka ini melebihi target yang ditetapkan sebesar 77,5 persen.

Proses pencoblosan di Lapas selesai pukul 12.00 WIB.

Sebab mayoritas warga binaan dari luar wilayah Tulungagung, sehingga hanya berhak memilih presiden dan sebagian berhak memilih DPD. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved