Rumah Politik Jatim

Ratusan TPS di Gresik Masuk Peta Rawan, Ini yang akan Dilakukan Bawaslu

ada ratusan TPS di Gresik yang berpotensi rawan, dan tiga di antaranya berpotensi konflik sara.

Ratusan TPS di Gresik Masuk Peta Rawan, Ini yang akan Dilakukan Bawaslu
surya/fatimatuz zahro
ILustrasi TPS. 

SURYA.co.id | GRESIK - Bawaslu Gresik memetakan TPS yang berpotensi rawan. Pada Pemilu yang akan digelar serentak pada Rabu (17/4/2019) ada ratusan TPS di Gresik yang berpotensi rawan, dan tiga di antaranya berpotensi konflik sara.

"Ada di dua kecamatan yaitu 2 TPS di Kecamatan Dukun dan 1 TPS di Kecamatan Driyorejo," ujar Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Gresik, Syafik Jamhari, Selasa (16/4/2019).

Jamhari mengungkapkan tiga TPS yang berpotensi konflik horizontal, seperti sara, ras, agama dan golongan. Dari hasil temuannya, terdapat praktik menghina maupun menghasut di antara pemilih.

Dalam pemetaan TPS rawan pihaknya membagi menjadi empat indikator.

Pertama, TPS yang terdapat pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) jumlahnya sebanyak 479 TPS menyebar di seluruh Gresik.

Angka tersebut paling banyak berada di Kecamatan Kebomas dengan jumlah sebanyak 112 TPS, kemudian Kecamatan Gresik sebanyak 63 TPS.

Kedua, TPS yang terdapat memiliki Daftar Pemilih Khusus (DPK). Bawaslu mencatat hanya ada di dua kecamatan. Meliputi, Kecamatan Kebomas sebanyak 63 TPS dan Kecamatan Manyar sebanyak 45 TPS.

Ketiga, Bawaslu juga memetakan TPS rawan berdasarkan lokasi. Yaitu TPS yang berdekatan dengan area pendatang dari luar daerah, seperti pondok pesantren, kampus dan rumah sakit.

Di Kecamatan Gresik terdapat 33 TPS, Kecamatan Menganti 7 TPS, Kecamatan Manyar 3 TPS.

Namun dari angka tersebut dua kecamatan yang paling besar berdekatan dengan pondok pesantren. Antara lain, Kecatamatan Sangkapura 84 TPS dan Kecamatan Dukun 51 TPS.

Terakhir, TPS yang didirikan di dekat posko atau rumah tim kampanye peserta pemilu. Di Kecamatan Gresik paling besar, terdapat 31 TPS kemudian Kecamatan Driyorejo hanya ada 7 TPS.

"Posko pemenangan masuk dalam kategori antisipasi, biasanya tempat berkumpulnya banyak relawan tim masing-masing pendukung," jelasnya.

Pihaknya akan melakukan pengawasan di daerah yang masuk dalam indikator TPS rawan. Dengan cara meminta pengawas desa dan kecamatan agar lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan.

"Untuk mengantisipasi agar tidak ada kecurangan lagi, pengawas di desa maupun kecamatan lebih ditingkatkan lagi pengawasannya," tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved