Mengenal Kista Ovarium, Tumor Kandungan Kedua Terbanyak yang Menyerang Wanita

Kista ovarium adalah tumor atau benjolan pada indung telur (ovarium) yang berupa kantong berisi cairan. Bagaimana mengenali dan mencegahnya?

Mengenal Kista Ovarium, Tumor Kandungan Kedua Terbanyak yang Menyerang Wanita
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kista ovarium adalah tumor atau benjolan pada indung telur (ovarium) yang berupa kantong berisi cairan.

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis kandungan yang tergabung dalam Ginekologi Minimally Invasive Treatment Surabaya (GMITS), dr Henky M Masteryanto SpOG. 

Kista ovarium, lanjutnya, merupakan tumor kandungan kedua terbanyak yang menjangkit perempuan.

"Berbeda dengan penyakit mioma uteri, tumor yang satu ini dapat terjadi di semua usia. Baik premenopouse atau postmenopouse," tutur Henky.

Ada beberapa faktor resiko yang dapat menjadi pencetus tumbuhnya tumor ini. Beberapa di antaranya adalah faktor genetik, hormon, dan obesitas.

"Sementara itu beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain adalah nyeri pada bagian kewanitaan, adanya gangguan menstruasi seperti mensturasinya tidak teratur, terjadi infertilitas atau kemandulan, dan timbul benjolan," ungkapnya.

Mengenal Gejala dan Bahaya Penyakit Mioma Uteri, Tumor yang Menyerang Rahim

Mengenal 4 Cara Mencegah Tumor Kandungan

Tapi, tutur Henky, juga ada beberapa pasien yang tidak merasakan gejala apapun seperti tidak ada nyeri,  merasa menstruasinya teratur, dan lain sebagainya.  Hal ini baru mereka sadari ketika akan melakukan program kehamilan," jelasnya.

Untuk mendiagnosanya, tutur Henky ada beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah pemeriksaan dalam, ultrasonografi (USG), pemeriksaan lab, CT scan, MRI, dan histapatologi.

Dalam penangananya, kista ovarium dapat diobati dengan dan tanpa operasi.

"Tindakan operatif dilakukan misalnya jika merasakan nyeri yang hebat, tidak ada respon yang baik seteleh mengonsumsi obat, benjolan berukuran lebih dari 5 cm, serta ada tanda-tanda keganasan," jelas Henky.

Tindakan operasi pun, lanjutnya, beragam, meliputi operasi yang dilakukan tanpa mengambil ovarium (kistektomi), operasi dengan pengkatan salah satu indung telur (oforektomi), dan pengangkatan seluruhnya untuk kemudian dibersihkan (histerektomi). 

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved