Banyuwangi akan Dalami Produk Teknologi Wisata Hasil Hackathon

Pemkab Banyuwangi akan memanfaatkan tiga aplikasi yang menjuarai ajang Hackaton Pintar 1.0 untuk pengembangan pariwisata lokal.

Banyuwangi akan Dalami Produk Teknologi Wisata Hasil Hackathon
ist
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersama para peserta Hackataon Pintar 1.0. Tiga aplikasi pemenang kompetisi ini bakal dimanfaatkan Pemkab Banyuwangi untuk pengembangan pariwisata lokal. 

SURYA.co.di | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi akan mendalami tiga produk teknologi solusi pariwisata yang dihasilkan dari seleksi 150 peserta ajang Hackathon Pintar 1.0, yang telah digelar beberapa waktu lalu agar bisa diterapkan untuk membantu pengembangan daerah.

“Jadi sudah ada tiga produk teknologi sebagai juara. Dari hasil 24 jam ngoprek yang dilakukan anak-anak muda, kolaborasi dengan startup Warung Pintar. Kami pilih yang kira-kira relevan dengan kebutuhan. Kami dalami untuk bisa diterapkan,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Selasa (16/4/2019).

Tiga produk teknologi itu adalah aplikasi Mbok Wangi, RITA, dan Slebew Pintar.

Mbok Wangi yang dikembangkan Rico Arisandy, Muhammad Alfian, dan Elsa Mayang dari Politeknik Negeri Surabaya bisa membantu backpacker yang ingin berwisata lebih komplet, termasuk ke destinasi tersembunyi yang belum banyak dikenal.

Adapun RITA dikembangkan Dimas Nashiruddin, Syafirah Abdullah, dan Komang Gustiana dari Universitas Telkom Bandung adalah aplikasi asisten virtual bagi wisatawan untuk mencari berbagai destinasi wisata.

Teller BRI di Mojokerto Kuras Uang Nasabah Hampir Rp 2 miliar. Begini Modusnya

Dua Tenda TPS Pemilu di Tulungagung Terbang Terbawa Angin Kencang

Baru 37 Persen Masyarakat di Sidoarjo Menikmati Air PDAM

Sementara Slebew Pintar yang dikembangkan Muhammad Rezaldy, Yudit Adythia, dan Arya Bariz dari UGM Yogyakarta adalah aplikasi rekomendasi guide lokal. Titik tekannya adalah mempertemukan antara wisatawan dan guide lokal yang tepercaya lengkap dengan kisaran biaya untuk menikmati sejumlah paket wisata.

“Hackathon menjadi cara baru bagi pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan para pengembang teknologi. Jadi masalah di masyarakat bisa dicari solusinya lewat pendekatan teknologi,” ujar Anas.

Setelah hackathon seri pertama yang mengangkat tema UMKM dan pariwisata, Banyuwangi akan menggelar seri lanjutan dengan tema beragam.

“Kami akan bikin hackathon untuk pertanian, pelayanan publik, dan anggaran. Misalnya pertanian, bisa ada teknologi untuk membantu petani dari sisi hulu sampai hilirnya,” papar Anas.

Hackathon adalah istilah untuk ajang lomba penciptaan produk teknologi. Mereka beradu dalam 24 jam untuk menciptakan solusi teknologi.

Di Banyuwangi, Hackathon Pintar 1.0 yang berkolaborasi dengan startup Warung Pintar digelar dengan Dewan Juri CEO dan co-founder Warung Pintar Agung Bezharie, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Executive Vice President Digital BRI Kaspar Sitomorang. Ajang itu berakhir akhir pekan lalu.

Chief Technology Office Warung Pintar Sofian Hadiwijaya mengatakan, ajang hackathon diharapkan bisa membantu  pariwisata Banyuwangi agar terus melaju.

“Banyak produk teknologi dari peserta yang mengangkat destinasi yang menarik, tapi belum banyak dikenal. Juga ditopang dengan cara pemesanan yang mudah. Model-model solusi teknologi ini efektif untuk mengakselerasi kemajuan daerah. Warung Pintar senang bisa menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan Banyuwangi,” kata Sofian. 
 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved