Berita Gresik

Awal Kasus Belasan Santri di Gresik Disidang karena Diduga Terlibat Penganiayaan Sesama Santri

Awal kasus belasan santri di Gresik disidang karena diduga terlibat penganiayaan sesama santri.

Awal Kasus Belasan Santri di Gresik Disidang karena Diduga Terlibat Penganiayaan Sesama Santri
surya.co.id/sugiyono
PENGANIAYAAN - Para santri yang masih dibawah umur menunggu proses persidangan di PN Gresik. Mereka disidang akibat dugaan penganiayaan terhadap sesama santri, Selasa (16/4/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Belasan santri di bawah umur disidang  di Pengadilan Negeri Gresik akibat didugaan melakukan pengeroyokan di pondok pesantren. Pengeroyokan tersebut diduga disebabkan anak berhadapan hukum (ABH) AA (16).

Dalam sidang diversi secara tertutup itu, ada 11 santri yang dihadirkan. Mereka didampingi oleh orang tuanya dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Gresik.

Sidang diversi dipimpin hakim Aries Deddy sebagai fasilitator. Sebab, dalam pertemuan itu diharapkan ada permintaan maaf dari anak-anak yang berhadapan dengan hukum dan keluarganya.

Namun, dalam pertemuan itu tidak ada titik temu, sehingga diversi dilanjutkan dua pekan pada 30 April 2019.

"Sidang dilanjutkan pada dua pekan lagi, sebab tidak terjadi titik kesepakatan perdamaian," kata Aries usai sidang, Selasa (16/4/2019).

Jaksa anak Aditya Budi S, mengatakan bahwa ada upaya perdamaian dari para pelaku dugaan pengeroyokan anak pada Juni 2018.

Dalam upaya perdamaian itu tidak ada titik temu, sebab orang tua mengaku sudah habis biaya pengobatan sebanyak Rp 125 juta, sedangkan para orang tua anak berhadapan hukum hanya mampu membayar Rp 35 Juta.

"Saya tetap dengan keputusan saya," kata orang tua anak berhadapan hukum warga Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Dugaan kekerasan itu terjadi ketika AA dituduh mencuri uang. Namun, sehingga teman-teman AA memberikan pelajaran dengan cara melakukan kekerasan kepada AA hingga tubuh dan wajahnya memar.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved