Wali Kota Pasuruan Dituntut 6 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut walikota Pasuruan non aktif, Setiyono, dengan hukuman enam tahun penjara.

Wali Kota Pasuruan Dituntut 6 Tahun Penjara
tribun jatim/kukuh kurniawan
Suasana setelah Persidangan dengan terdakwa Walikota Pasuruan, Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut walikota Pasuruan non aktif, Setiyono, dengan hukuman enam tahun penjara, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Surabaya, Senin (15/4/2019).

Sidang itu digelar di Ruang Cakra dan dipimpin oleh hakim ketua I Wayan Sosiawan.

Ada tiga terdakwa yang mengikuti sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut.

Mereka adalah wali kota Pasuruan nonaktif, Setiyono ; Plh Kadis PU Kota Pasuruan, Dwi Fitri ; dan tenaga honorer Kelurahan Purutrejo Kota Pasuruan, Wahyu Trihadianto.

JPU KPK, Taufik Ibnugroho mengatakan, ketiga terdakwa dijerat Pasal 12 B No. 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Terdakwa atas nama Setiyono dituntut enam tahun penjara. Dengan denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan," ujarnya dalam persidangan.

Selain itu, jaksa juga mewajibkan Setiyono membayar uang pengganti sebesar Rp 2,26 miliar dengan subsider hukuman pidana satu tahun penjara.

Sedangkan untuk Dwi Fitri, jaksa menuntut 5 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sementara Wahyu Trihadianto hanya dituntut 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved