Berita Sidoarjo

Triwulan I Serapan Anggaran OPD Rendah, begini Langkah - langkah Bupati Sidoarjo Saiful Ilah

Triwulan I serapan anggaran OPD rendah, begini langkah - langkah Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Triwulan I Serapan Anggaran OPD Rendah, begini Langkah - langkah Bupati Sidoarjo Saiful Ilah
surya.co.id/m taufik
Bupati Sidoarjo mengumpulkan para pejabatnya terkait rendahnya serapan anggaran di triwulan pertama tahun 2019, Senin (15/4/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Serapan anggaran di hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) Sidoarjo rendah, khususnya pada triwulan pertama tahun anggaran 2019.

Dari target lelang sebanyak 277 paket, hanya 66 paket yang sudah terealisasi. Sisanya, sebanyak 161 paket masih terkendala berbagai macam alasan.

Sebanyak 66 paket yang selesai itu terdiri dari tujuh paket pengadaan 38 pengadaan jasa, 12 paket jasa konsultasi, dan sembilan paket kontruksi. Artinya, yang terealisasi itu mayoritas paket nonfisik.

"Saya kumpulkan semua kepala OPD, dan mereka sudah menjelaskan satu persatu alasannya kenapa sampai belum terserap," kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah usai mengumpulkan semua pejabatnya di Pendopo Sidoarjo, Senin (15/4/2019) sore.

Dari sekian banyak OPD, paling rendah serapannya adalah Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA).

Menurut Saiful Ilah, Dinas Pendidikan rendah karena dana BOS dan sebagainya baru cair di akhir bulan Maret, sehingga belum selesai pelaporannya.

Kemudian tentang lambatnya lelang-lelang proyek fisik di DPUBMSDA, alasannya karena pembebasan lahan.

"Salah satu anggaran terbesar untuk frontage road. Nah di sana, tersendat proses pembebasan lahan," urai bupati setelah mendapat penjelasan dari OPD terkait.

Di pertemuan itu, Bupati mengaku akan lebih ketat mengevaluasi semua kinerja OPD-nya pada triwulan kedua dan seterusnya. Agar, jangan sampai keterlambatan terulang, yang di penghujung tahun memunculkan Silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) yang tinggi.

Ya, tahun 2017 lalu Silpa Sidoarjo mencapai Rp 864 miliar, sementara di 2018 malah naik sampai sekitar Rp 1 triliun. "Akan saya awasi dan evaluasi terus, jangan sampai Silpa tinggi lagi," tandas Saiful.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved