Tiga Korban Penipuan Politisi Kabupaten Mojokerto Siap Berdamai Bila Uang Dikembalikan

3 orang yang mengaku jadi korban penipuan oleh ketua komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah, bersedia berdamai bila uang dibalikin

Tiga Korban Penipuan Politisi Kabupaten Mojokerto Siap Berdamai Bila Uang Dikembalikan
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Siti Khoiyumi (52) menunjukkan kwitansi pembayaran sekaligus pembayaran yang tidak ditanda tangani Ketua Komisi C AR Rusli Ubaidillah, Senin (8/4) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Tiga orang yang mengaku menjadi korban penipuan oleh ketua komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah, bersedia menempuh jalur damai. Syaratnya, Aang harus mengembalikan uang milik mereka. 

Kuasa hukum tiga korban, Sulaiman mengatakan, para korban juga tak segan untuk mencabut laporan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan di polisi.

"Para korban bisa mencabut laporannya ketika kedua belah pihak sepakat berdamai. Karena masih bersifat delik aduan, korban bisa mencabut laporannya," katanya, Senin (15/4).

Dia melanjutkan, para korban berharap uang kembali. Total uang yang telah diserahkan ke Aang dari ketiga korban yakni Rp 163 juta.

"Karena korban berharap uang mereka kembal, kami mohon Pak Aang bertemu dengan korban dan menyelesaikan masalah ini secara damai. Alangkah baiknya, proses damai dilakukan di depan penyidik agar sama-sama tahu," ujarnya.

Tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang Diduga Melakukan Penipuan Bermodus CPNS

Politisi DPRD Kabupaten Mojokerto Diduga Lakukan Penipuan Bermodus CPNS. Korban Rugi Puluhan Juta

Dia mengungkapkan, tawaran damai dari kliennya semata-mata karena tak ingin ada yang dirugikan. Selain itu, pihaknya juga merasa kasihan dengan Aang.

"Kami merasa kasihan dengan pak Aang, jenjang karirnya masih panjang, di sisi lain dia juga masih muda. Kami menyayangkan bila pak Aang tak merapat," ungkapnya.

Namun, Aang merasa tak pernah melakukan penipuan terhadap tiga klien Sulaiman. Dia memilih menjalani proses hukum.

"Saya mau kembalikan apa? Saya tak terima apa-apa. Saya serahkan kasus ini ke Polres Mojokerto, karena saya taat hukum. Saya akan hadapi dan serahkan ke Allah SWT," pungkas Aang.

Mudji Rohmat (63) warga Dusun Pandan Sili, Desa Wonorejo, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Siti Khoiyumi (52) warga Beloh, Trowulan, Kabupaten Mojokerto dan Irwan Siswanto (39) warga Jalan Melati, Sooko, Kabupaten Mojokerto dijanjikan Aang bisa memasukkan anggota keluarga menjadi PNS serta menjadi tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Siti menyerahkan uang Rp 70 juta, Mudji menyerahkan uang Rp 65 juta, dan Irwan menyerahkan Rp 28 juta kepada Aang. Uang tersebut sebagai syarat untuk memasukkan anggota keluarga mereka menjadi PNS dan tenaga honorer. Namun janji tersebut hingga kini belum terealisasi. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved