Penemuan Mayat dalam Koper

Tangis Pembunuh Guru Honorer Kediri, Sesenggukan Sambil Doakan Korban yang Telah Dimutilasinya

Tangis Pembunuh Guru Honorer Kediri, sesenggukan sambil doakan korban yang telah dimutilasinya.

Tangis Pembunuh Guru Honorer Kediri, Sesenggukan Sambil Doakan Korban yang Telah Dimutilasinya
tribun jatim/luhur pambudi
Aris Sugianto (kiri) dan Ajis Prakoso (kanan), dua pelaku pembunuhan Budi Hartanto (28), guru honorer Kota Kediri yang tubuhnya dimutilasi, digelandang ke Polda Jatim, Jumat (12/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus pembunuhan Budi Hartanto (28), guru honorer Kota Kediri yang tubuhnya dimutilasi dan jasadnya dibuang di pinggir sungai bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, akhirnya dirilis Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Senin (15/4/2019) siang.

Dua pembunuh Budi Hartanto, guru honorer Kota Kediri yang tubuhnya dimutilasi, dihadirkan dalam rilis tersebut.

Kedua tersangka pembunuh itu adalah Aris Sugianto dan Ajis Prakoso.

Bahkan, dalam rilis perkara tersebut, Aris Sugianto menangis sesenggukan di hadapan wartawan yang meliput.

"Saya menyesal, saya minta maaf kepada keluarga korban, saya khilaf," kata Aris didampingi Ajis Prakoso, pria yang juga ikut membunuh Budi Hartanto, seorang guru tari honorer Pemkab Kediri.

Aris juga berjanji akan mendoakan korban diampuni dosa-dosanya.

"Saya di sini hanya bisa berdoa agar almarhum diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman," ucapnya sambil sesenggukan.

Dalam rilis kasus tersebut, kedua pelaku yakni Ajis dan Aris ditunjukkan kepada wartawan.

Keduanya mengenakan baju tahanan dan dalam kondisi diborgol.

Pelaku Ajis dan Aris berhasil diamankan setelah 10 hari diburu polisi.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved