Berita Gresik

Segini Kapasitas Produksi Bendung Gerak Sembayat untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Gresik Utara

Segini kapasitas produksi Bendung Gerak Sembayat untuk penuhi kebutuhan air bersih di Gresik Utara.

Segini Kapasitas Produksi Bendung Gerak Sembayat untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Gresik Utara
surya.co.id/sugiyono
AIR BERSIH - Direktur Utama PDAM Kabupaten Gresik Giri Tirta , Siti Aminatus Zahriyah (tujuh dari kiri) bersama tim berkomitmen meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah Gresik Utara, Senin (15/4/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Masyarakat Gresik wilayah Utara segera mendapat saluran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hal ini diwujudkan dari proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat berkapasitas 1.000 liter perdetik (lpd).

Direktur Utama PDAM Kabupaten Gresik Giri Tirta , Siti Aminatus Zahriyah mengatakan bahwa proyek SPAM tersebut digunakan untuk memenuhi air bersih di masyarakat dan industri wilayah Bungah dan Manyar.

Untuk mencukupi air bersih tersebut, PDAM mengadakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PK) antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan perusahaan konsorsium PT Pembangunan Perumahan Krakatau Tirta (PPKT).

"Dengan tanda tangan ini bisa mencukupi air bersih di wilayah Bungah dan Manyar," kata Siti, Senin (15/4/2019).

Dari kontrak itu, perusahaan PPKT akan investasi sebesar Rp 618 miliar.

“Setelah ada penandatanganan PK ini, kami ingin segera memenuhi seluruh proses perizinan serta melakukan pembebasan lahan. Target kami dalam 6 bulan kedepan pekerjaan kontruksi sudah bisa dimulai,” kata imbuh mantan Kepala Bagian Pelayanan PDAM Giri Tirta.

Dari proyek tersebut, dapat menambah kapasitas air bersih yang saat ini terpasang 1.317 lpd dengan volume produksi 1.019 lpd.

“Sementara jumlah sambungan pelanggan mencapai 96.526, jumlah penduduk terlayani 556.522 jiwa. Dengan adanya kerjasama ini kedepan seluruh kebutuhan air bersih masyarakat dapat dipenuhi,” tandasnya.

Dirut PT PPKT Arijanto Trileksono mengatakan bahwa dengan kerjasama ini bisa menambah pelayanan kepada pelanggan. Sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih.

“Kami proyeksikan sembilan tahun mendatang bisa mencapai Break Event Point (BEP),” kata Arijanto.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved