KPU Jatim Perbolehkan Calon Pemilih Memberikan Suara Meskipun Tak Punya Formulir C6

KPU Jawa Timur menjamin calon pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa memberikan suara meskipun tak memiliki formulir C6

KPU Jatim Perbolehkan Calon Pemilih Memberikan Suara Meskipun Tak Punya Formulir C6
surya/galih lintartika
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memastikan calon pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa memberikan suara meskipun tak memiliki formulir C6. Formulir C6 adalah surat pemberitahuan pemungutan suara dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Pada prinsipnya, kami sudah menginstruksikan KPU kabupaten dan kota untuk mendistribusikan C6. Sehingga, dipastikan semua sudah terdistribusi," kata Ketua KPU Jatim, Choirul Anam ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (15/4/2019).

Namun, apabila kenyataannya masih ada warga yang belum menerima formulir C6 maka KPU memastikan warga yang bersangkutan tetap dapat memberikan pilihan.

"Kalau pun tidak terdaftar, sepanjang warga setempat masih bisa menggunakan hak pilih," kata Anam.

Calon pemilih cukup menunjukkan kepemilikan KTP di wilayah setempat.

"Sehingga, si pemilih tetap bisa memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai dengan alamat KTP. Serta, dapat memberikan pilihan pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB," katanya.

Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menambahkan bahwa apabila masih ada calon pemilih yang belum memberikan suara hingga pukul 13.00, maka petugas KPPS wajib untuk melayani.

"Jadi, kalau pukul 13.00 masih ada antrean, maka KPPS boleh mempersilakan menggunakan hak suara sampai habis antrean," kata Gogot dikonfirmasi terpisah.

"Dengan catatan, pemilih itu sudah mendaftar atau menyerahkan C6 sebelum pukul 13.00. Jadi, setelah pukul 13.00, KPPS tidak menerima lagi pemilih yang baru mendaftar," tegasnya.

Gogot juga berharap kepada masyarakat yang telah menerima C6 untuk bisa memberikan suara. Sedangkan bagi warga yang telah terdaftar dan menerima C6, namun batal masuk DPT, segera mengembalikan C6 kepada petugas KPPS.

Misalnya, bagi anggota keluarga yang meninggal dunia. Sehingga, anggota keluarga pemilih yang bersangkutan segera mengembalikan C6.

"Sebab, tak bisa kami pungkiri bahwa data pemilih terus bergerak pasca penetapan DPT. Sehingga, seharusnya C6 itu dikembalikan," katanya.

Sekali lagi, perlu menjadi catatan bagi calon pemilih bahwa E-KTP atau surat keterangan (Suket) telah melakukan perekaman E-KTP wajib dibawa saat hendak mencoblos. Sebab E-KTP atau Suket perekaman merupakan syarat wajib untuk semua kategori daftar pemilih saat mencoblos pada Rabu 17 April 2019 mendatang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved