Sambang kampung RT 2 RW 1 Jambangan

Berdayakan Dasa Wisma Menjadi Trainer Produk Daur Ulang

Mengawali kegiatan lingkungan di kampung mampu menjadi lahan bisnis bagi warga RT 2 RW 1 Kelurahan Jambangan.

Berdayakan Dasa Wisma Menjadi Trainer Produk Daur Ulang
surya.co.id/ahmad zaimul haq
BUSANA DAUR ULANG - Ibu-ibu RT 2 RW 1 Jambangan membuat busana daur ulang, Senin (15/4/2019). Dasa wisma diberdayakan sebagai trainer produk daur ulang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengawali kegiatan lingkungan di kampung mampu menjadi lahan bisnis bagi warga RT 2 RW 1 Kelurahan Jambangan. Ibu-ibu dasa wisma di kampung ini mulai membuat baju daur ulang sebagai kostum menyambut tamu di kampungnya.

Sejak 2012 mereka membuat busana daur ulang dan terus mengasah kemampuannya hingga menghasilkan pundi-pundi ekonomi. Busana mereka dilirik banyak tamu dan kerap mendapat pesanan.

Rakawahyu (53), ibu rumah tangga dan pengajar tari mengungkapkan kegiatannya sebagai kader di kampung membuatnya ikut serta dalam setiap pembuatan baju daur ulang.

"Saya dulunya mengajar tari, kemudian setelah ada kegiatan membuat bajuvdaur ulang ini jadi ada kerjaan lagi. Nggak nganggur dirumah,"urainya.

Iapun tak sendiri, bersama sejumlah ibu rumah tangga lain mereka membuat baju daur ulang. Mukai dari membuat ornamen bahan daur ulang, mendesain, menjahit hingga pemasaran.

Memakai brand W-Queen, pesanan mulai berdatangan dari komunitas hingga sekolah-sekolah. Mulai dari membuat baru hingga mempermak gaun yang sudah ada.

"Dulu ada yang pesan ndadak, jadi kami kerjakan dua minggu begadang. Tapi untungnya kemudian bajunya bisa menang lomba,"urainya.

Untuk membuat baju setidaknya ia membutuhkan sehari untuk menyiapkan ornamen. Mulai dari menyuci barang bekas, memotong, mengecat dan merangkainya.

"Ini pesanan dari langganan di Lamongan, ini maunya dengan tema buah-buahan. Pesanannya sekarang jauh-jauh hari biasanya gandeng komunitas-komunitas,"lanjutnya.

Selain membuat baju bekas, ibu-ibu dasa wisma sekarang juga memiliki banyak keahlian dalam mengolah bahan bekas menjadi barang daur ulang.

Sehingga tak jarang mereka mengajarkan teknik pembuatan beragam daur ulang.

"Kami rutin melatih ke Mojokerto, sudah kerja sama empat tahun kerjasama. Kami juga kadang ke Sidoarjo, Bojonegoro, Kediri, Madiun keliling jatim,"ungkapnya.

Risnani Puji Rahayu, owner W-Queen mengungkapkan saat ini ibu-ibu di kampungnya juga mengajar kursus di tempatnya. Bahkan kadang harus memakai halaman rumah orang lain karena banyaknya peserta pelatihan.

"Ibu-ibunya kompak jadi tidak sulit untuk bisa bekerja bersama,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved