Lifestyle

Waspadai Darah Haid di Luar Rongga Rahim, Begini Penjelasan Dokter Relly Yanuari Primariawan SpOG(K)

Waspadai darah haid di luar rongga rahim, begini penjelasan dokter Relly Yanuari Primariawan SpOG(K).

Waspadai Darah Haid di Luar Rongga Rahim, Begini Penjelasan Dokter Relly Yanuari Primariawan SpOG(K)
surya.co.id/ahmad zaimul haq
SAYATAN KECIL - Dokter Relly Yanuari Primariawan dalam seminar awam Laparoscopy For Endometriosis di RS Manyar Medical Center, Minggu (14/4/2019). Acara yang digelar bersama GMITS itu memberikan informasi tentang tindakan pembedahan dengan sayatan kecil di bidang ginekologi (penyakit kandungan). 

Surya.co.id | SURABAYA - Para wanita wajib mewaspadai pertumbuhan material darah di luar rongga rahim. Sebab pertumbuhan darah tersebut sebagai tanda adanya penyakit endomestriosis yang merpakan penyakit kronis dan progresif.

Hal itu diungkap dokter Relly Yanuari Primariawan SpOG(K) dalam seminar di RS Manyar Medical Centre, Minggu (14/4/2019).

"Endometriosis adalah suatu penyakit kronis dan progresif yang ditandai oleh adanya pertumbuhan material darah haid di luar rongga rahim," tutur dr Relly.

Seminar dalam rangka Surabaya Health Season (SHS) tersebut digelar RS Manyar Medical Centre bekerja sama dengan Ginekologi Minimally Invasive Treatment Surabaya (GMITS) bertema awam tentang laparspocy for endometriosis.

Para dokter tersebut memberikan pemaparan mengenai endometriosis, landoscopy, serta penjelasan penyakit pada organ kewanitaan seperti kista ovarium.

Sekitar 50 peserta antusias  mengikuti acara dengan aktif bertanya kepada para narasumber.

"Endometriosis adalah suatu penyakit kronis dan progresif yang ditandai oleh adanya pertumbuhan material darah haid di luar rongga rahim," tutur dr Relly.

Kondisi ini, lanjutnya, sering kambuh dan kerap terjadi pada wanita usia reproduksi yaitu 12-50 tahun.

Pada kesempatan kali ini, dr Relly juga menjelaskan mengenai faktor resiko, gejala klinis, berbagai macam pengobatan yang dapat dilakukan, dan lain sebagainya.

Di antara pengobatan yang dapat dilakukan antara lain adalah mengonsumsi obat-obatan, teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi dan bayi tabung, laparskopi, dan kombinasi.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved