Berita Gresik

100 Santri dari 10 Ponpes di Gresik Belajar Ternak Ayam Ramah Lingkungan, begini Konsepnya

100 Santri dari 10 Ponpes di Gresik belajar ternak ayam yang ramah lingkungan, begini Konsepnya.

100 Santri dari 10 Ponpes di Gresik Belajar Ternak Ayam Ramah Lingkungan, begini Konsepnya
surya.co.id/willy abraham
Para Santri saat mempratekkan membuat pupuk bokasi (bahan organik kaya nutrisi) dari limbah kotoran ayam, Minggu (14/4/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sebanyak100 santri dari 10 pondok pesantren di Kabupaten Gresik mendapatkan ilmu beternak ayam di lahan pondok pesantren dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Sebanyak 100 santri diberikan ilmu tentang bagaimana mengatasi bau dan limbah yang dihasilkan.

Beternak ayam identik dengan bau dan juga limbah yang dihasilkan, sehingga membuat para peternak memilih lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

Namun kali ini, para santri diberi bantuan untuk beternak di dalam lingkungan pondok. Terkait bau dan limbah semuanya bisa diatasi, sebanyak 100 santri perwakilan dari 10 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Gresik mendapatkan bimbingan teknis langsung dari Kementerian Pertanian (Kementan).

10 Ponpes tersebut adalah PP Mambaul Ulum, PP Miftahul Ulum, PP Al-Karimi, PP Robithotul Ashfiya, PP Al-Muniroh, PP Mamba'ul Ihsan, PP Al-Miftah, PP Al-Hikmah, PP Daruttaqwa, dan PP Salafy Al Fitroh.

Luki Amar Hendrawati dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbatang) Malang mengaku pihaknya merupakan kepanjangan tangan dari Kementan untuk memberikan bimtek program kelompok tani santri milenial (KTSM) kepada para santri.

Bimtek yang dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari itu, pihaknya memberikan materi mulai dari perkandangan, pemeliharaan, kesehatan hewan , pengelolaan menyusun ransum penanganan pasca panen dan pengelolaan limbah.

"Jadi mereka harus faham semua, kalau kendalanya waktu yang mepet," ujarnya, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya, para santri cukup antusias menerima ilmu baru dunia peternakan, mereka belajar bersama terkait kendala di peternakan itu seperti, tidak bisa menangani limbah secara baik sehingga merusak lingkungan dan polusi karena bau.

Sehingga tetangga atau yang lainnya pasti komplain, ini bau menyengat, karena pakan ayam ada konstentrat kalau tidak tepung yang membuat menyengat.

"Supaya tidak bau dikasih EM4 (effective microorganisms) jadi disitu nanti ada proses fermentasi, makannya dikasih e4 atau pengolahan limbahnya supaya tidak bau proses fermentasi lebih cepat, kalau alami memakan waktu berbulan-bupan menjadi pupuk kalau ini tujuh hari sudah jadi pupuk bokasi dari limbah kotoran ayam," jelasnya.

Program KTSM sendiri nantinya akan membuat para santri memiliki jiwa entrepreneurship. Mereka mendapatkan modal untuk membuat kandang, pasokan ayam dari pemerintah beserta pakan dan vitamin. Semuanya diberikan langsung namun secara bertahap.

"Jadi bimtek dulu, besok kita berikan modal Rp 3 juta untuk membuat kandang, kisaran satu sampai dua minggu kalau sudah selesai ayam datang 500 ekor usia 4 minggu," terangnya.

Setelah bimtek, pemerintah juga akan melakukan pendampingan atau pengawalan.

"Jadi nanti bentuk laporan ke pemerintah, bantuan yang diberikan sudah berkembang berapa ekor, nanti kita ada pendampingan atau pengawalan," jelasnya. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved