Berita Surabaya

Ajinomoto Indonesia Gagas Winning Meal Project, Fokus Siapkan Asupan Gizi Atlet

Asupan gizi menjadi hal mendasar yang harus diperhatikan dalam menopang prestasi para atlet di dunia olahraga internasional berprestasi.

Ajinomoto Indonesia Gagas Winning Meal Project, Fokus Siapkan Asupan Gizi Atlet
istimewa
Kick off program Winning Meal Project untuk fokus memperhatikan dan menyiapkan asupan gizi atlet yang digagas Ajinomoto. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asupan gizi menjadi hal mendasar yang harus diperhatikan dalam menopang prestasi para atlet di dunia olahraga internasional berprestasi. Di negara maju, gizi para atlet sudah diperhatikan bertahun-tahun sebelum mereka bertanding.

Menurut ahli gizi klinis di bidang olahraga, Emilia E Achmadi MS RDN, gizi menjadi bagian fundamental yang wajib diperhatikan. Malah, di China, Amerika, dan Jepang, gizi para atlet dimulai sejak mereka berusia 6 tahun atau saat usia sekolah dasar yang dijadikan kurikulum pendidikan. 

"Ketika si atlet tersebut beranjak remaja, mereka sudah siap bertanding," kata Emilia dalam rilisnya, Jumat (12/4/2019).

Di beberapa cabang olahraga, lanjutnya, persiapan gizi khusus sport performance sesuai dengan disiplin/cabang olahraga dilakukan delapan tahun sebelum si atlet bertarung di arena.

Kondisi ini diakui Emilia, belum diterapkan di Indonesia secara benar dan konsisten dengan sistem formulasi, produksi, monitoring dan evaluasi secara profesional.

Hal inilah yang membuat ia tergerak ketika diajak dalam program Winning Meal Project yang digagas oleh Ajinomoto Indonesia.

Ia mengaku tertarik dengan program ini karena sesuai dengan idealismenya sebagai ahli gizi.

"Karena menurut saya, peran private sector dibutuhkan untuk peningkatan kualitas dari atlet nasional,” tuturnya.

Emilia menambahkan melalui program ini ia fokus memperhatikan dan menyiapkan asupan gizi atlet renang I Gede Siman Sudarwata. Siman yang merupakan pria asal Bali ini, telah pernah menyabet empat medali emas di ajang SEA Games 2011 di Palembang.

“Banyak masyarakat yang belum paham, bahwa asupan gizi para atlet tidak bisa disamakan dengan asupan orang rata-rata. Bahan bakar mobil balap tidak sama dengan bahan bakar mobil biasa bahkan lebih spesifik lagi tergantung mobil balap jenis apa! Para atlet mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, beban latihan yang tak sama, dan histori cedera yang berbeda pula, tentu hal ini akan memengaruhi dengan asupan gizi yang dibutuhkan setiap atlet," ungkap Emilia.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved