Citizen Reporter

Perhatikan Kesehatan Jiwa Anak, Empat Faktor ini Disebut Pengaruhi Kesehatan Jiwa

Perhatikan kesehatan jiwa anak, empat faktor ini disebut pengaruhi kesehatan jiwa.

Perhatikan Kesehatan Jiwa Anak, Empat Faktor ini Disebut Pengaruhi Kesehatan Jiwa
foto: istimewa
Dialog interaktif bertema Jiwa Sehat Keluarga Cerdas disampaikan Dekan FKM Unair Tri Martiana di aula Yayasan Al-Muslim, Jalan Wadung Asri Sidoarjo. 

SESUAI dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) menandatangani kerja sama dengan Yayasan Al-Muslim, Sabtu (16/3/2019).

Dekan FKM Unair, Tri Martiana mengungkapkan, kerja sama itu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya meningkatkan kemampuan di bidang kesehatan masyarakat.

Achmad Fadhil Awaludin, Kepala Bidang Nonakademik Yayasan Al Muslim menambahkan, sekolah membutuhkan masukan dan pengembangan sehingga perlu bekerja sama dengan kampus. Tujuannya supaya dapat mencetak pemimpin yang berkualitas dan mengetahui habits apa yang harus diperbaiki.

Hari itu bertepatan dengan pengambilan rapor sisipan siswa. Itu momentum tepat untuk memberikan materi parenting.

Dialog interaktif bertema Jiwa Sehat Keluarga Cerdas disampaikan Tri di aula Yayasan Al-Muslim, Jalan Wadung Asri Sidoarjo.

Tri menjelaskan, status kesehatan jiwa dipengaruhi empat faktor, yaitu faktor genetik, pelayanan kesehatan, perilaku, dan lingkungan.

“Keluarga harus bisa merangkul erat untuk mendidik anaknya,” jelas Tri.

Ada seorang ibu yang menceritakan, anaknya sulit diminta salat. Faktor lingkungan seperti teman sepermainan sangat memengaruhi, terutama pengaruh gadget, yaitu game.

Kalau anak tidak mau disuruh, jangan dipaksa. Usahakan untuk tidak memarahi anak,” katanya.

Tri juga memaparkan criteria keluarga cerdas, yaitu cerdas secara intelektual (dilihat dari nilai rapor), emosional, spiritual, dan sosial (silaturahmi dengan keluarga). Orang tua harus bisa memberi contoh pada putra-putrinya.

Menjelang akhir materi, Tri meminta dua bapak menceritakan contoh solusi permasalahan yang diterapkan pada anak. Farhan, orang tua salah satu siswa SMP mengaku, ia tidak merokok untuk memberi contoh pada anaknya. Ia juga memberikan jadwal jam bebas gadget.

“Kadang-kadang ketika ia tidur, saya ambil ponselnya untuk mengecek apa saja yang ia buka,” ungkapnya.

Menurut Fadhil, kesehatan jiwa para siswa di sekolah Al-Muslim sudah baik. Itu perlu terus dipantau dan dimotivasi.

“Nantinya 3-4 kali setahun akan diadakan dialog interaktif parenting dengan berbagai narasumber,” pungkasnya.

Zulfia Husnia
Alumnus Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
IG: @zulfiahusnia

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved