Citizen Reporter

Lumpur Bukan Masalah, Siswa SMP Al Hikmah Surabaya Life Skill di Bumi Perkemahan TSOT Pasuruan

Lumpur bukan masalah, Siswa SMP Al Hikmah Surabaya kegiatan life skill di Bumi Perkemahan TSOT Pasuruan.

Lumpur Bukan Masalah, Siswa SMP Al Hikmah Surabaya Life Skill di Bumi Perkemahan TSOT Pasuruan
foto: istimewa
 Siswa SMP Al Hikmah Surabaya melakukan kegiatan life skill di Bumi Perkemahan The Survival and Outbound Team (TSOT) Pasuruan pada 11-15 Maret 2019. 

Bertempat di bumi perkemahan The Survival and Outbound Team (TSOT), Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, siswa kelas VIII SMP Al Hikmah Surabaya melaksanakan kegiatan Life Skill mulai 11–15 Maret 2019. Desain Life Skill melibatkan tim outbound TSOT.

Para siswa mayoritas memiliki latar belakang kehidupan yang sudah mapan dan terlayani dengan baik ketika di rumah. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk rasa tanggung jawab dan kemandirian yang masih belum optimal. Itulah target utama Life Skill.

Semingu sebelum keberangkatan, ustaz dan ustazah pendamping membekali anak-anak keterampilan dan kecakapan mendirikan serta membongkar tenda. Selama di bumi perkemahan TSOT, anak-anak akan bermukim di tenda. Anak-anak pun harus memasak kebutuhan makan dan minumnya.

Nabila Qotrunada, dari kelas VIII-H menikmati pengalaman baru. “Kegiatannya seru banget. Menyenangkan. Yang biasanya di rumah semua makanan tinggal makan, di sini tidak bisa. Saya bersama anggota kelompok harus memasak dulu. Di tenda, saya harus berbagi tempat dengan teman untuk tidur. Sangat berkesan sekali,” tutur Nabila.

Selain ditempa dengan pengalaman hidup agar lebih mandiri dan tanggung jawab, tim TSOT dan ustaz/ustazah SMP Al Hikmah merancang aneka permainan yang menguji kekompakan, ketangguhan, dan kreativitas.

Di tengah guyuran hujan yang deras dan jalanan berlumpur, siswa menuju ke setiap pos yang sudah ditentukan dengan menyuarakan yel-yel kelompoknya. Pos demi pos dilewati dengan tantangan yang berbeda-beda.

Tri Bagus, pendamping para siswa di bumi perkemahan melihat semangat mereka yang tidak kenal lelah. Menurutnya, mereka anak hebat dan pantang menyerah.

“Pejuang tangguh, ya seperti itulah mereka. Hujan deras tak mengeluh. Memasang bivak atau tenda dan memasak tak mengeluh. Mandiri dan mereka anak yang penuh tanggung jawab. Barang-barang pribadi seperti alat makan, mereka bersihkan sendiri dan tak ada barang yang ditinggal tanpa pemilik,” tutur Tri.

Di bawah sinar bulan dengan dihiasi cahaya bintang di langit, terdengar riuh tepuk tangan peserta. Tawa dan canda ada dalam setiap tampilan dan unjuk kebolehan masing-masing teman.

Anwar, Kepala SMP Al Hikmah yang hadir saat itu pun dibuat kagum dengan bakat anak-anak. Tidak ada persiapan matang dari anak-anak, namun hasilnya membuat yang hadir terpesona. Demikian juga pendapat Doni Wijaya, Waka Kesiswaan SMP Al Hikmah.

“Secara umum, sangat terkesan dengan kesungguhan dan ketangguhan anak-anak. Ada yang tampak sakit ketika di hari pertama, tetap mau mengikuti kegiatan di hari berikutnya. Walau meriang badannya, walau sempat berdarah kakinya, walau sempat sesak napasnya, tetapi tetap ikut tracking di medan berbukit yang licin akibat hujan. Semoga anak-anak akan menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam segala,” tutur Doni.

Sis Ariyanti
Guru Bahasa Indonesia
SMP AL Hikmah Surabaya
ariyantirifai@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved