Citizen Reporter

Cara Perkenalkan Budaya Jawa Timur ala Malang Town Square (Matos)

Cara memperkenalkan Budaya Jawa Timur ala Malang Town Square (Matos) salah satunya lomba fashion busana batik.

Cara Perkenalkan Budaya Jawa Timur ala Malang Town Square (Matos)
foto: istimewa
Info berbagai kegiatan di Malang Town Square (Matos). 

EKSOTIKA Budaya Jawa Timur di Malang Town Square (Matos) menjadi cara untuk mengenalkan budaya Jawa Timur kepada masyarakat. Program itu dilaksanakan Minggu (17/3/2019). Terdapat berbagai macam lomba, salah satunya lomba fashion busana batik.

Pada kontes itu terdapat tiga kategori yaitu kategori A untuk usia 6-9 tahun, kategori B usia 10-13 tahun, dan kategori C usia 14-25 tahun. Lomba fashion busana batik itu diadakan untuk memamerkan kebudayaan Jawa Timur.

Di sekitar panggung, banyak penjual makanan dan kerajinan khas Jawa Timur. Makanan yang dijual antara lain gulali arbanat, kupang lontong, bakso, dan tahu campur. Tempat berjualan dibuat dengan tema tradisional sehingga para pengunjung merasakan nuansa kedaerahan. Festival kuliner berlangsung 15-24 Maret 2019.

Kerajinan yang dipamerkan adalah wayang beber. Wayang beber adalah seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah-daerah tertentu pada Pulau Jawa. Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran-lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupun Ramayana.

Gambar-gambar tokoh pewayangan dilukiskan pada selembar kain atau kertas, kemudian disusun adegan demi adegan berurutan sesuai dengan urutan cerita. Gambar-gambar itu dimainkan dengan cara dibeber. Saat ini hanya beberapa kalangan di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul yang masih menyimpan dan memainkan wayang beber.

Selain wayang beber, ada juga sejarah-sejarah orang Jawa. Sejarah itu seperti, teater rakyat Jawa Timur (ludruk dan Srimulat), rumah orang Jawa (rumah joglo), awal mula Reog Ponorogo, topeng Malang dan topeng Madura, serta karya batu klasik. Banyak orang yang membaca sejarah itu.

"Ini bagus, karena dengan memperlihatkan sejarah-sejarah budaya Jawa dapat menambah pengetahuan," ucap Refa, salah satu pembaca.

Acara Eksotika Budaya Jawa Timur dapat membuat generasi muda menjadi lebih mengetahui serta mengenal budaya Indonesia khususnya Jawa Timur. Selain itu, acara itu membuat budaya Indonesia semakin kuat dan tidak luntur karena pengaruh budaya luar.

Farhanah
Anggota Jurnalistik
SMPN 6 Malang
Instagram @chlps24

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved