Citizen Reporter

Ada Pesan dalam Explosion Box, 25 Sekolah Adiwiyata Membuat Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan

Ada pesan dalam explosion box, 25 sekolah adiwiyata belajar membuat media pembelajaran berbasis lingkungan.

Ada Pesan dalam Explosion Box, 25 Sekolah Adiwiyata Membuat Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan
foto: istimewa
Forum Sekolah Adiwiyata Tingkat SD/MI Provinsi Jawa Timur menggelar workshop membuat media pembelajaran berbasis lingkungan. 

PENDIDIKAN diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian siswa. Sistematis karena proses pendidikan berlangsung melalui tahapan yang bersinambungan dan sistemik.

Itu karena berlangsung dalam semua situasi kondisi di semua lingkungan yang saling mengisi antara lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Dalam menunjang keberhasilan pendidikan diperlukan semangat membangun dan berinovasi tiada henti.

Menyusun perangkat dan menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar adalah makanan sehari-hari bagi guru. Saling berbagi pengalaman dan informasi terus dihidupkan dalam meningkatkan pengetahuan dan keprofesionalan seorang guru.

Demikian juga yang dilakukan Forum Sekolah Adiwiyata Tingkat SD/MI Provinsi Jawa Timur dalam menghidupkan nilai-nilai adiwiyata dalam sekolah dan pembelajaran di kelas. Di SDN Kebonsari Kulon I, Kota Probolinggo, 25 sekolah adiwiyata itu bertemu dalam kegiatan rutin pertemuan forum dan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis lingkungan, Sabtu (16/3/2019).

Dalam menentukan sebuah media pembelajaran, guru dituntut untuk menganalisis karakteristik media yang akan digunakan atau dikembangkan. Dalam hal ini, guru harus bisa menganalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Media pembelajaran yang dibuat dalam workshop itu memiliki kelebihan mampu menarik perhatian siswa, pembelajaran akan terpusat pada siswa sehingga siswa akan terlibat aktif dan tidak ada yang pasif.

Selain itu, media memudahkan siswa memahami materi pelajaran yang sedang dipelajari dan memudahkan guru dalam membawa siswanya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kekurangan dari media itu adalah dibutuhkan waktu lebih untuk bisa menyusun sebuah explosion box.

Explosion box adalah sebuah kotak seperti kado yang terbuat dari kertas yang jika dibuka berisi berbagai kejutan kreatif dengan berbagai bentuk. Sebenarnya explosion box ini memiliki banyak macamnya, masing-masing orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam menyalurkan kreativitasnya.

Jika diimplementasikan sebagai media pembelajaran maka guru bisa memasukkan pesan-pesan yang ingin dicapai dalam sebuah pembelajaran.

Kegiatan yang dikomandoi Agus Anang Fatoni dan dihadiri Dyah Larasayu, Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan itu terlaksana dengan baik dan lancar. Zaimatus Zaifaro, Wiji Agustin, dan George Soeprapto menjadi pemateri.

Dalam workshop itu, semua peserta diimbau untuk mempersiapkan dan membawa alat dan bahan pembuatan media seperti yang telah disampaikan dalam undangan forum. Dari 25 sekolah yang hadir, semua guru yang dikirim sebagai perwakilan sekolah mampu menyelesaikan pembuatan media pembelajaran.

Zaimatus Zaifaro
Ketua Gugus Green Education Yayasan Pendidikan Al Muslim
Sekretaris Forum Sekolah Adiwiyata tingkat SD/MI Provinsi Jawa Timur
zaimatuszaifaro@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved