Berita Surabaya

Shangri-La Hotel Surabaya Sajikan The Taste of Penang, Cita Rasa Kuliner Street Food Malaysia

Shangri La Hotel Surabaya meyiapkan menu buffet spesial bertema Taste of Penang 10-18 April ini

Shangri-La Hotel Surabaya Sajikan The Taste of Penang, Cita Rasa Kuliner Street Food Malaysia
surya/ahmad zaimul haq
The Taste of Penang, sajian street food ala Penang di Jamoo Restaurant, Shangri La Hotel Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Shangri La Hotel Surabaya meyiapkan menu buffet spesial bertema Taste of Penang 10-18 April ini. Tema tersebut sengaja dihadirkan untuk merespon ketertarikan wisatawan Indonesia terhadap cita rasa kuliner Penang, Malaysia.

"Sebenarnya kalau soal rasa, kuliner di Penang rasanya tak jauh beda dengan masakan Indonesia. Memang ada perbedaan, cuma tak begitu banyak, sangat tipis," papar Sous Chef Shangri La Hotel Surabaya, Dale Darryl Looh.

Looh menuturkan memiliki cita rasa yang mirip dengan Sumatera, yaitu rasa gurih rempah-rempah. Kemiripan rasa itu salah satunya tampak pada satu jenis makanan, yaitu Penang Laksa.

"Rasanya Laksa di Penang dan di Aceh sebenarnya hampir mirip. Bedanya, kalau di Penang lebih ke asam, kalau Laksa Aceh sedikit lebih pedas dari masakan yang di Penang," sambungnya.

Hal itu, lanjutnya, disebabkan karena Penang Laksa memberikan porsi yang cukup banyak pada lemon dan jeruk nipis. Untuk proses pengolahannya, dikatakan Looh, kurang lebih sama.

Hal lain yang sedikit membedakan Penang Laksa dengan Aceh Laksa adalah adanya sotong. Di tempat asalnya, Penang Laksa akan dimasak dengan sotong.

Sotong adalah ikan menyerupai cumi-cumi yang bertubuh pipih.

Bahan sotong, disebutkan Looh cukup sulit diperoleh di Surabaya, maka dalam buffet Taste of Penang itu, ia menggantinya dengan bahan cumi-cumi biasa.

"Mengganti sotong dengan cumi saya rasa tak akan mengubah rasa asli Penang Laksa ya, cuma pasti akan sedikit berbeda. Sensasinya juga beda," ujarnya.

Selain Laksa, minuman di Penang Malaysia juga ada yang sangat mirip dengan di Indonesia, yaitu Es Cendol.

Menurut Looh, cendol versi Penang dan Indonesia bahkan sangat mirip, hampir tidak ada beda.

"Mungkin satu-satunya perbedaan dari cendol di Penang dan Indonesia ini ada di penggunaan condense milk ya. Kalau penggunaan sagu, isian cendolnya, rasa, semuanya mirip, makanya harus coba sendiri biar bisa mementukan bedanya," ujar sous chef sudah 15 tahun berkarier itu.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved