Citizen Reporter

Peringatan Hari Bumi ala Komunitas Lindungi Hutan dan Sejumlah Komunitas Pelestarian Alam 

Peringatan Hari Bumi ala Komunitas Lindungi Hutan dan Sejumlah Komunitas Pelestarian Alam .

Peringatan Hari Bumi ala Komunitas Lindungi Hutan dan Sejumlah Komunitas Pelestarian Alam 
foto: istimewa
Komunitas Lindungi Hutan dan sejumlah Komunitas Pelestarian Alam menggelar Peringatan Hari Bumi.  

ALAM merupakan bagian dari kehidupan yang selayaknya dilindungi dan dijaga kelestariannya. Apabila alam tidak dijaga dengan baik maka sedikit demi sedikit akan mengalami kerusakan dan terjadi ketidakseimbangan. Maka dari itu diperlukan usaha pelestarian alam atau dapat disebut konservasi.

Konservasi ialah pengelolaan terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk melindungi pohon maupun binatang.

Komunitas Lindungi Hutan dengan beberapa komunitas pelestarian alam lainnya menyelenggarakan acara dalam rangka memperingati hari bumi bernama Sinau Konservasi yang mengangkat tema Social Movement Sinergitas Lintas Batas Bumi, Minggu (10/3/2019).

Acara yang bertempat di Pendopo Kecamatan Junrejo itu bertujuan menambah wawasan mengenai isu lingkungan serta bergerak bersama untuk menjaga alam.

Acara diisi tiga pemateri utama, yaitu Iwan Kurniawan, Andik Syarifudin, Rachmad K Dwi Susilo serta beberapa pemateri ahli lainnya yang menjelaskan mengenai dasar-dasar konservasi serta diskusi terkait konservasi. Di situ masyarakat diajak untuk mengetahui cara menjaga lingkungan alam supaya tetap lestari.

Dalam kegiatan konservasi ada hal-hal penting supaya kegiatan itu dapat dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat.

Awalnya dengan transfer ilmu kepada masyarakat mengenai konservasi dan memberi pelatihan, sampai akhirnya mampu menciptakan perubahan kepada masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara alam ialah dengan kesadaran diri untuk melestarikan lingkungan mulai dari lingkungan sekitar, mengikuti organisasi yang berkaitan dengan pelestarian alam, serta mengambil peran dan berjuang pada bidang pemerintahan.

Pada penyuluhan kali itu juga dijelaskan mengenai jenis tanaman yang cocok ditanam pada kawasan konservasi.

Contohnya, pada daerah gunung maka tanaman yang cocok ialah pinus dan damar, sedangkan untuk daerah pantai cocok ditanami pohon jati.

Ketika masyarakat mengetahui tanaman yang cocok ditanam pada kawasan konservasi maka mereka dapat lebih meningkatkan usaha tersebut.

Pada sesi diskusi disampaikan beberapa pendapat mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga alam, yaitu dengan membuat sumur resapan air di setiap rumah.

Hal itu bertujuan supaya air memiliki daerah untuk meresap dan tidak meluap ke jalanan. Cara lain yang sederhana adalah dengan melepas paku di pohon yang biasanya dipasangi baliho. Itu juga menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian pohon karena pohon pun berhak hidup dengan semestinya.

Fika Aghnia Rahma
Jurusan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Malang
fikaaghnia72@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved