Berita Pasuruan

Dugaan Penyalahgunaan DD di 7 Desa, Kejari Kabupaten Pasuruan Tunggu Hasil Audit Inspektorat

Dari tujuh Dana Desa yang sudah diminta diaudit oleh Kejari Kabupaten Pasuruan, hanya dua desa yang hasil audit atau penghitungannya sudah turun

Dugaan Penyalahgunaan DD di 7 Desa, Kejari Kabupaten Pasuruan Tunggu Hasil Audit Inspektorat
kontan
Ilustrasi uang 

SURYA.co.id | PASURUAN - Selain menuntaskan perkara dugaan mark up di Dispora dan penyalahgunaan TKD di Bulusari, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan juga sedang menyelidiki dugaan penyimpangan anggaran Dana Desa (DD) di tujuh desa di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Tujuh desa ini meliputi Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Desa Curah Dukuh, Desa Semare, dan Desa Palukerto.

Ketujuh desa ini dilaporkan diduga telah menyalahgunakan Dana Desa.

Diduga penyalahgunaan ini membuat negara mengalami kerugian yang besar.

Sayangnya, penyelidikan masih menunggu hasil audit dari Inspektorat yang tak kunjung keluar sampai sekarang.

Dari tujuh DD yang sudah diminta diaudit oleh Kejari Kabupaten Pasuruan, hanya dua desa yang hasil audit atau penghitungannya sudah turun yakni Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton dan Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo.

Sedangkan, lima desa lainnya belum ada kejelasan sampai sekarang.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra mengatakan, sampai detik ini pihaknya belum menerima hasil audit dari pihak Inspektorat Kabupaten Pasuruan.

"Karena hasil auditnya tidak segera keluar, kami juga tidak bisa melangkah lebih jauh. Kami juga masih menunggu," katanya, Kamis (11/4/2019).

Ia menyadari, sudah ada MoU antara Kejari dengan Pemkab soal penanganan anggaran Dana Desa.

Tapi, kata dia, pihaknya tetap melakukan penyelidikan. Untuk itu, ia sudah minta Inspektorat mengkroscek ke lokasi atas laporan itu.

"Hasil temuan di lapangan, diharapkan bisa dibuat acuan untik menghitung potensi kerugian negara yang diakibatkan dugaan penyelewengan anggatan Dana Desa," jelas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved