Citizen Reporter

Labu Madu Beromzet Jutaan Rupiah, Petani Muda Desa Nambaan, Ngasem, Kabupaten Kediri Membuktikannya 

Labu Madu beromzet jutaan rupiah, petani muda Desa Nambaan, Ngasem, Kabupaten Kediri membuktikannya. 

Labu Madu Beromzet Jutaan Rupiah, Petani Muda Desa Nambaan, Ngasem, Kabupaten Kediri Membuktikannya 
foto: istimewa
Labu madu sejak 2016 dikembangkan Vita Farm di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. 

GAYA  hidup sehat membuat banyak orang mencari buah dan sayur yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Komoditas buah dan sayur yang sedang digandrungi sebagai makanan sehat membuat petaninya mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Salah satu petani muda yang tengah mengembangkan varietas labu yang menguntungkan itu adalah Vita Wahyu Ratih.

Dengan usaha Vita Farm yang ada di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri sejak 2016, dia mengembangkan labu madu di kebunnya.

Saat berkunjung di kebunnya, Minggu (17/2/2019), Vita menerangkan, perawatan labu madu itu sangat simpel karena ditanam di mana saja. Tak hanya itu, masa tanamnya hingga berbuah pun labu madu bisa dipanen sekitar 75 hari.

Walaupun begitu, masih jarang dijual benih labu madu di Kediri. Bekerja sama dengan pabrik benih Panah Merah di daerah Purwokerto, Vita mulai mengembangkannya di pekarangan rumahnya yang sudah lama menganggur tidak digarap.

“Per bibitnya lumayan mahal sih, sekitar Rp 3.000, tetapi hasilnya lumayan juga. Petani juga harus berani kalau mau untung besar,” ujar Vita saat di temui di kebunnya.

Labu madu jarang ditemui di pasar karena biasanya dijual di pasar swalayan. Di swalayan, harga labu madu per kilogramnya bisa Rp 20.000. Vita menerangkan, pada panen pertama dulu, lahan seluas 50 ru atau sekitar 700 meter persegi itu bisa panen 1 ton labu madu.

Dari situlah dia memulai usaha pertanian itu. Awal mulanya modal bibit hingga pupuk hanya keluar Rp 2 juta. Saat panen, 1 ton dijual ke tengkulak sekitar Rp 12 juta karena dihitung per kilogramnya hanya Rp 10.000.

“Lumayan, keuntungan bisa sampai Rp 10 juta paling sedikitnya,” ujar perempuan berumur 28 tahun itu.

Vita menambahkan sesuai namanya labu madu itu rasanya manis dan tergolong tahan lama karena kulitnya keras. Pada suhu ruang, labu madu bahkan bisa bertahan 10-12 bulan.

Tak hanya itu, pemasarannya pun cukup mudah. Vita menerangkan, tidak sulit karena para tengkulak buah banyak yang datang ke kebunnya untuk memborong labu madunya ketika panen.

“Penjualannya tidak sulit dan keuntungan lumayan besar. Semoga nanti para tetangga saya mencoba mengikutinya,” ungkap perempuan yang tidak pelit ilmu itu.

Moh Fikri Zulfikar
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Pascasarjana Universitas Negeri Malang
fikrizulfikar982@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved