Citizen Reporter

Belajar IPA di Kebun Raya, SMP Islam Sabilillah Malang Lakukan Kunjungan Wisata Berbasis Lingkungan

Belajar IPA di Kebun Raya, SMP Islam Sabilillah Malang melakukan kunjungan wisata berbasis lingkungan.

Belajar IPA di Kebun Raya, SMP Islam Sabilillah Malang Lakukan Kunjungan Wisata Berbasis Lingkungan
foto: istimewa
Siswa kelas 7 SMP Islam Sabilillah Malang melakukan kunjungan wisata berbasis lingkungan ke Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, Sabtu (9/3/2019). 

SISWA kelas 7 SMP Islam Sabilillah Malang melakukan kunjungan wisata berbasis lingkungan ke Kebun Raya Purwodadi Pasuruan, Sabtu (9/3/2019).

Itu sejalan dengan salah satu karakter delapan cinta di sekolah, yaitu cinta alam sekitar. Siswa diajak berinteraksi dengan lingkungan dan makhluk hidup yang ada di Kebun Raya Purwodadi.

Siswa berkelompok mengamati lingkungan sekitar kebun raya, tempat makhluk hidup berinteraksi. Sebelum mengamati, siswa dikumpulkan di bawah salah satu pohon besar dan rindang untuk mendapatkan informasi berkait dengan pengamatan lingkungan di kebun raya.

Awwat selaku guru IPA kelas 7, memberikan penjelasan dasar tentang komponen yang harus diamante siswa di antaranya habitat, individu, populasi, komunitas, ekosistem, biosfer, dan lain-lain. Ia juga memberikan contoh dari masing-masing komponen yang dijelaskan agar siswa lebih paham.

Misalnya, ekosistem merupakan hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya (abiotik). Contoh ekosistem ada hutan, tanah, udara, cahaya, batu, air, burung, pohon, dan lain-lain.

Dengan adanya penjelasan itu, siswa memiliki bekal sehingga lebih siap untuk melakukan jelajah alam dengan panduan peta yang telah diberikan guru pendamping. Ada tiga pos yang harus dijelajahi siswa.

Di pos 1, siswa mengamati palm collection, fern collection, mexican collection, bamboo collection, medicinal plant garden, dan fabaceae collection. Selanjutnya di pos 2, ada forested area, mango collection, dan bougenvilea collection. Pos terakhir, yaitu banana collection.

Selama mengamati, siswa berdiskusi dengan teman kelompok, kemudian mengisi hasil pengamatan di LKS yang sudah dibagikan. Siswa tampak lebih bersemangat mengamati dan menuliskan hasil pengamatannya di LKS. Hal itu dibuktikan dengan sibuknya mereka berdiskusi dengan anggota kelompok setelah menemukan objek-objek yang dituju.

"Saya senang meneliti makhluk hidup yang ada di hutan ini. Asyik, selain belajar, juga bisa refreshing," tutur Azra Nafisa, salah satu siswa.

"Tujuan diadakannya studi wisata adalah agar siswa lebih bisa berinteraksi dengan lingkungan sehingga bisa lebih punya rasa peka terhadap lingkungan serta bisa belajar untuk mencintai alam,” tutur Ana Rulistiya, guru pendamping studi wisata.

Ia menambahkan, selain itu, siswa bisa melakukan pembelajaran mapel IPA berbasis pengalaman sehingga pembelajaran yang bersifat aplikatif ini lebih mengena pada siswa.

Fitria Sawardi
Guru SMP Islam Sabilillah Malang
Anggota FLP Malang
fitriasawardi@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved