Berita Malang Raya

Respons Gubernur Khofifah terkait Pengaduan Masyarakat Lambannya Layanan RS Saiful Anwar Malang 

Respons Gubernur Khofifah terkait pengaduan masyarakat soal lambannya layanan RS Saiful Anwar Malang, 

Respons Gubernur Khofifah terkait Pengaduan Masyarakat Lambannya Layanan RS Saiful Anwar Malang 
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sidak layanan di Rumah Sakit dr Saiful Anwar Malang, Senin (8/4/2019). 

SURYA.CO.ID | MALANG - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merespons pengadulan masyarakat lewat media sosial terkait lambannya layanan di Rumah Sakit dr Saiful Anwar Malang, terutama layanan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Khofifah akan menambah alat MRI untuk mempercepat layanan tersebut.

Hal ini terungkap dalam sidak gubernur perempuan pertama di Jatim ini di Rumah Sakit dr Saiful Anwar, Malang, Senin (8/4/2019).

Khofifah mengunjungi IGD, menyapa pasien di ruang inap dan sejumlah poli, melihat laboratorium untuk transplantasi dan menyapa pasien pengidap kanker.

Kunjungan dan peninjauan layanan di RS Saiful Anwar ini dilakukan Khofifah setelah banyak mendapatkan pengaduan masyarakat lewat media sosialnya terutama instagram, tentang lamanya pelayanan di RS dr Saiful Anwar. Terutama yaitu layanan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

"Jadi di medsos saya terutama IG, banyak yang memberi rekomendasi agar ada proses percepatan di layanan MRI. Maka kunjungan ini adalah bagian dari proses supaya bisa memaksimalkan peningkatan kualitas dan percepatan layanan di rumah sakit tipe A kita," kata Khofifah.

Menurutnya, saat ini alat MRI yang ada di RS dr Saiful Anwar tidak banyak. Dan satu orang pasien harus antri sampai enam bulan untuk bisa mendapatkan layanan periksa menggunakan alat MRI.

Oleh sebab itu, Khofifah ingin agar bagian dari gerakan Cepat Efektif/Efisien Tanggap Transparan Responsif (CETTAR) Khofifah Emil, ke depan akan ada penambahan alat MRI di RS dr Saiful Anwar.

"Saya sudah komunikasikan dengan direkturnya, jadi akan ada penambahan alat MRI untuk bisa memberikan percepatan layanan. Saat ini kebutuhannya sehari itu bisa melayani 25 pasien. Padahal kondisi saat ini hanya bisa melayani empat pasien saja," kata Khofifah.

Dengan kondisi semacam ini menegaskan bahwa kebutuhan alat kesehatan ini adalah kebutuhan yang mendesak. Sehingga butuh ada percepatan layanan.

Setelah berkomunikasi dengan direktur rumah sakit, dipastikan penambahan alat MRI akan dilakukan di tahun ini

"Kita berharap rumah sakit di Jawa Timur bisa menyiapkan layanan unggulan. Kalau di RSUD dr Soetomo akan disiapkan pusat unggulan stemcell, di sini akan disiapkan layanan unggulan transplantasi ginjal dan transplantasi hati," kata Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved