Sosok

Nadya Aqilla, Tak Gentar Hadapi Tantangan Beauty Vlogger

Nadya Aqilla: Saya memilih jadi full-time beauty vlogger. Awalnya kan vlogging itu dilakukan sambil iseng-iseng, terus ternyata passion saya di sini.

Nadya Aqilla, Tak Gentar Hadapi Tantangan Beauty Vlogger
SURYA.co.id/Delya Octovie
Nadya Aqilla 

SURYA.co.id | SURABAYA - Profesi sebagai beauty vlogger tengah banyak diminati oleh kaum milenial. Sekilas, menjadi seorang vlogger tampak mudah dilakukan, berbekal kamera, pencahayaan dan kemampuan berbicara.

Tetapi di balik itu, ada banyak detail yang harus diperhatikan supaya bisa bersaing di antara nama-nama yang sudah santer, sehingga tak sembarang orang bisa menjalani dengan konsisten.

Meski begitu, beauty vlogger asal Jakarta, Nadya Aqilla, menyebut dirinya tak gentar menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Bahkan, ia memutuskan untuk terjun sepenuhnya di dunia beauty vlogger.

"Saya memilih jadi full-time beauty vlogger. Awalnya kan vlogging itu dilakukan sambil iseng-iseng, terus ternyata passion saya di sini. Berhubung jurusan saya Marketing Communication di London School of Public Relations, pelajaran-pelajaran saya ternyata sangat berguna saat saya menjadi beauty vlogger," tuturnya ketika ditemui sebelum mengisi acara kecantikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Sabtu (6/4/2019).

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Desember 1995 ini mengaku sangat serius dalam menjadikan beauty vlogger profesi tetap dan ia tidak takut dengan kekhawatiran-kekhawatiran umum yang lebih berpihak pada pekerjaan di perusahaan dengan gaji tetap.

"Saya yakin profesi ini tidak akan turun pamor dalam waktu dekat. Kalau saya tidak percaya, saya tidak akan berada di sini. Apalagi di industri yang seperti ini, justru menurut saya profesi ini akan sangat berkembang," jelas penggemar model Barbara Palvin tersebut.

Lulusan SMA 85 Jakarta Barat itu menambahkan, bagi masyarakat yang takut memulai karier sebagai seorang vlogger, untuk tidak menuruti rasa takut tersebut.

Nadya meyakini industri ini masih akan terus berkembang dan sangat menjanjikan, sehingga tidak ada alasan untuk takut.

Apalagi, bila alasan takut tersebut diakibatkan oleh adanya potensi bullying.

"Yang takut karena alasan bullying itu ada, apalagi yang mem-bully adalah teman sendiri. Saya sendiri bersyukur teman-teman saya sangat mendukung saya, jadi kalau punya teman yang seperti itu, harus refresh peer," ujarnya.

Pengagum vlogger Tati Westbrook dan Kathleen Lights ini berpesan untuk tidak memperhatikan omongan negatif orang lain dan buktikan pada mereka melalui hasil positif.

"Just go for it! Kalau sudah untung, ya kamu yang untung. Yang bahagia juga kamu. Kalau ada yang julid, jadikan motivasi, buktikan mereka salah. Just keep going," pesannya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved