Berita Pasuruan

Pemkab Pasuruan Komitmen Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akan terus berupaya untuk meminimalisir kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan.

Pemkab Pasuruan Komitmen Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
surya/galih lintartika
Kantor Pemkab Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akan terus berupaya untuk meminimalisir kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan.

Kasus kematian ibu dan bayi ini tidak bisa dianggap sepele, karena masih banyak rangkaian kasus kematian ibu dan bayi, yang terjadi hingga sekarang.

Dari data yang didapatkan, jumlah kasus kematian ibu dan bayi ini memang mengalami tren positif, artinya jumlahnya lebih rendah dibandingkan tahun - tahun sebelumnya. Tapi, bukan berarti itu tidak ditekan, tapi harus ada upaya dalam menekan kasus demi kasus kematian ibu dan bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Agung Basuki menjelaskan, kasus kematian ibu dan bayi memang masih terjafi. Sejak Januari hingga Maret 2019, ada temuan kasus kematian ibu sebanyak 3 kasus.

Sementara kematian bayi, mencapai 41 kasus. Jumlah tersebut, memang jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Di mana, sepanjang 2018, temuan kematian ibu mencapai 28 kasus. Sedangkan kematian bayi, mencapai 135 kasus.

"Trennya, cenderung menurun. Khususnya, untuk kematian ibu," kata Agung, Kamis (4/4/2019)

Meski begitu, kata dia, kasus demi kasus tersebut, menjadi catatan tersendiri bagi Dinkes Kabupaten Pasuruan. Sebab, pemerintah berusaha agar kematian ibu dan bayi bisa dihindari.

Dari evaluasi yang dilakukan, lanjut dia,ada beberapa faktor yang membuat munculnya kasus kematian ibu dan bayi tersebut.

Diantaranya, terjadinya keracunan kehamilan, pendarahan saat persalinan, gagal nafas, berat badan yang jauh dari ideal serta berbagai faktor lain, menjadi penyebab kematian ibu dan bayi.

"Hal itu sebenarnya bisa dicegah, seandainya ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kesehatan," tambahnya.

Pihaknya mengaku, terus berusaha mengedukasi masyarakat untuk rajin melakukan pemeriksaan kesehatan. Khususnya bagi ibu hamil ataupun menyusui.

"Kami juga menyiagakan kader-kader untuk ibu-ibu hamil serta mendorong setiap puskesmas untuk membuat inovasi. Tujuannya tak lain, agar akib (angka kematian ibu dan bayi) bisa ditekan," pungkasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved