Citizen Reporter

Tujuan Dosen IKIP Budi Utomo Malang Ajak Ibu-ibu Dasa Wisma Buat Bros dan Tatakan Gelas dan Piring

Dosen IKIP Budi Utomo Malang ajak ibu-ibu Dasa Wisma membuat bros dan tatakan gelas dan piring.

Tujuan Dosen IKIP Budi Utomo Malang Ajak Ibu-ibu Dasa Wisma Buat Bros dan Tatakan Gelas dan Piring
foto: istimewa
Suasana pelatihan ibu-ibu anggota Dasa Wisma Mawar 4 di Perumahan Sukun Pondok Indah Malang. 

IBU rumah tangga bertanggung jawab untuk menjalankan atau menggelola rumah tangganya. Selain tugas mendidik anak-anak, para ibu rumah tangga juga harus pintar mengelola keuangan. Jadi sangat penting memiliki keterampilan tambahan untuk membantu mengisi waktu luang dan menambah keuangan keluarga.

Itu sebabnya, Kenys Fadhilah Zamzam bersama Era Dewi Kartika dan Siti Napfiah dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang memberi pelatihan untuk ibu-ibu anggota Dasa Wisma Mawar 4 di Perumahan Sukun Pondok Indah Malang.

Isi dari pelatihan itu adalah patchwork untuk membuat pernak-pernik rumah tangga. Agenda kegiatan yang dilaksanakan Jumat-Sabtu (1-2/3/ 2019) itu adalah membuat bros serta tatakan gelas dan piring.

Mereka memanfaatkan kain yang tidak terpakai lagi misalnya baju bekas, kain sisa menjahit baju, dan kancing baju.

Sebagai alat pendukung digunakan jarum atau mesin jahit mini, gunting, peniti, pensil, dan lem tembak. Ukuran bros dan tatakan disesuaikan dengan selera ibu-ibu. Kancing baju dipilih yang warnanya mencolok agar menarik perhatian orang untuk melihat atau membeli.

“Langkah pertama dalam pembuatan bros adalah membuat pola lingkaran pada kain menggunakan pensil kemudian mengguntingnya sesuai dengan pola. Langkah selanjutnya kain berbentuk lingkaran tersebut dilipat menjadi dua dan dilipat lagi menjadi tiga bagian lalu dijahit bagian ujungnya agar tidak terlepas bentuknya,” kata Era.

Semua digabungkan menggunakan benang seperti membuat kalung. Banyaknya bentuk yang digabung disesuaikan dengan selera untuk menentukan besar kecilnya bros. Langkah selanjutnya, kancing baju dilem satu per satu menggunakan lem tembak.

“Memberi lemnya sedikit demi sedikit karena lem tembak cepat kering,” tutur Siti.

Setelah selesai menempel kancing baju barulah diberi peniti untuk mengaitkan di kerudung atau baju. Bros selesai.

Sama halnya dengan membuat bros, pembuatan tatakan gelas atau piring dilakukan dengan menggunting kain bekas menjadi lembaran panjang kemudian dikepang. Kaitkan ujung setiap kepangan agar membentuk lingkaran. Hiasi pinggiran dengan kain memakai lem tembak. Beri hiasan sesuai selera.

Kegiatan itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu Sukun Pondok Indah Malang dalam menggunakan benda tak terpakai untuk diolah menjadi “barang baru” yang cantik dan memiliki nilai jual.

Selain itu, fungsinya untuk mempercantik diri dan dapur tanpa perlu lagi membeli.

Kenys Fadhilah Zamzam
Dosen Pendidikan Matematika
IKIP Budi Utomo Malang
kenysfz@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved