Pelaku Pembunuhan Sadis di Jembatan Gadang Kota Malang Tertangkap. Pelakunya 7 Orang

Polisi telah menangkap pelaku pembunuhan seorang pria yang ditemukan bersimbah darah di jembatan Gadang, Kota Malang. Pelakunya 7 orang.

Pelaku Pembunuhan Sadis di Jembatan Gadang Kota Malang Tertangkap. Pelakunya 7 Orang
ist
Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat di jembatan Gadang, Kota Malang. Mayat itu diduga adalah korban pembunuhan. Pelakunya yang berjumlah 7 orang telah ditangkap. 

SURYA.co.id | MALANG - Polisi telah meringkus 7 orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan menyebabkan tewasnya seorang pria di Jembatan Gadang, Kota Malang. 

Hal itu dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Meskipun demikian, Komang belum bisa memberikan konfirmasi terkait nama-nama dari tujuh pelaku pengeroyokan tersebut.

"Ya, anggota kami telah menangkap tujuh orang tersangka pelaku yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Gadang," ucapnya.

Mayat Pria Bersimbah Darah di Jembatan Gadang Kota Malang. Diduga Korban Pembunuhan

Terungkap, Mayat Dalam Koper itu Ternyata Guru Honorer Asal Kediri

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologi tewasnya korban akibat dikeroyok oleh beberapa orang di Jembatan Gadang.

Pada saat itu, korban sempat mengantarkan dua orang perempuan ke Pasar Gadang setelah pulang dari tempat hiburan malam.

Salaj satu perempuan itu merupakan sepupu korban yang bernama Bella.

Setelah sampai di Pasar Gadang, tiba-tiba korban dikeroyok dan di tusuk di bagian perut.

Kemudian korban lari, dan akhirnya terjatuh di Jembatan Gadang.

"Pembunuhan ini mengarah ke motif dendam. Jadi, di antara perempuan ini ada yang sengaja mengajak korban ke pelaku pembunuhan," ucap Komang.

Dari hasil otopsi, dijelaskan Komang bahwa korban mengalami beberapa luka tusuk di bagian dada dan pinggang.

Sementara di bagian kepala korban mengalami memar dan terdapat luka di bibir korban.

Barang bukti yang diamankan oleh Polisi berupa Sepeda Motor Honda Beat Nopol N 4039 AAB, sandal yang dipakai pelaku dan Handphone.

"Jadi korban dipukuli, ditusuk dan diseret sebelum meninggal dunia," tandasnya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved