Citizen Reporter

Menemukan Sumber Lain Kebahagiaan, jika Kita masih Sering Galau gara-gara Cinta, ini Artinya  

GRAMEDIA Malang Town Square mengadakan talkshow bersama Alvi Syahrin, penulis buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta, Sabtu (23/2/2019).

Menemukan Sumber Lain Kebahagiaan, jika Kita masih Sering Galau gara-gara Cinta, ini Artinya  
foto: istimewa
Suasaba talkshow bersama Alvi Syahrin, penulis buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta, di Gramedia Malang Town Square, Sabtu (23/2/2019). 

GRAMEDIA Malang Town Square mengadakan talkshow bersama Alvi Syahrin, penulis buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta, Sabtu (23/2/2019).

Penulis berdarah campuran Indonesia–Yaman itu juga baru saja diminta mengisi talkshow serupa di Gramedia Royal Plaza Surabaya.

Talkshow yang dimulai pukul 14.00 itu ramai didatangi kalangan perempuan. Itu adalah buku keempat karya Alvi setelah novel berjudul I Love You, But I Can’t Tell You.

Dia mengatakan, proses penulisan bukunya terbilang cukup singkat, sekitar empat bulan saja. Namun demikian, pengonsepan isinya memakan waktu kurang lebih satu tahun.

Buku yang diterbitkan penerbit Gagas Media itu memiliki 45 bab. Dari satu bab ke bab lainnya menyiratkan perihal perasaan mencintai seseorang berdasarkan usia.

Selain mengulas tentang proses dan isi buku itu, banyak di antara peserta talkshow yang hadir juga menanyakan tentang tips dan trik seputar menulis.

Menurut Alvi yang kebetulan juga ditemani editor dari Gagas Media mengatakan, setiap tulisan pasti akan menemukan pembacanya.

Begitu pula buku keempat Alvi, banyak ditemukan pada remaja hingga usia dewasa awal untuk merasa ‘aku banget’ setelah membaca bukunya.

Penulis lulusan teknik informatika itu mulanya tidak ingin menjadikan buku ini sebagai buku fiksi. Alur yang dibuat layaknya sedang bercerita.

Alvi berpesan untuk tidak menjadikan kalimat-kalimat dalam buku ini sebagai petuah. Alvi hanya tidak ingin manusia-manusia belakangan ini sering mengkiblatkan cinta sebagai sumber dari semua kebahagiaan, seolah setelah bertemu dengan orang yang dicinta, bahagia sudah pasti di depan mata. Padahal orang bisa melihat sudut pandang lain tentang bahagia selain dari cinta.

Hal itu juga menjadi jawaban dari salah satu penanya tentang asal mula ide buku ini dibuat “Sumber dari segala kebahagiaan itu bukan hanya dari cinta. Jika kita masih sering galau gara-gara cinta, itu berarti orientasi hidup kita masih tentang cinta,” ujar Alvi.

Penulis asal Surabaya itu menyebutkan, bahagia tidak melulu tentang cinta. Akhir-akhir ini banyak generasi muda yang menempatkan cinta di atas segalanya padahal cinta bukan satu-satunya sumber kebahagiaan hidup.

Di akhir talkshow, pihak Gagas Media juga memberikan bingkisan berupa totebag dan satu buku terbaru milik Alvi bagi empat penanya dengan pertanyaan yang menarik. Tidak ada sesi foto bersama penulis. Itu permintaan Alvi. Namun, peserta boleh mengantre untuk meminta tanda tangan penulis.

Dinda Ayu Maulida
Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa
Universitas Negeri Malang
Twitter: Dindayu Maulida

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved