Liputan Khusus

Khofifah Tegaskan PPSLI B3 Dawarblandong Berteknologi Zero Waste

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembangunan pusat pengolahan limbab B3 di Cendoro aman. ini alasannya...

Khofifah Tegaskan PPSLI B3 Dawarblandong Berteknologi Zero Waste
surya.co.id/aflahul abidin
Waduk di area Perum Perhutani di Kecamatan Dawarblandong ini menjadi satu-satunya sumber air bagi sawah dan tegalan warga di daerah sekitar. Warga khawatir, air di sana bakal tercemar apabila Pemprov membangun Pusat Pengolahan Limbah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (PPSLI B3) di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto merupakan solusi dari Pemprov Jatim untuk mengatasi masalah pembuangan limbah B3 di Jawa Timur. 

Selain itu,  dirinya berharap  warga masyarakat di sekitar PPSLI untuk tidak khawatir akan mendapat dampak negatif seperti pencemaran. Lantaran teknologi yang digunakan di PPSLI Dawarblandong,  Kabupaten Mojokerto nantinya akan menggunakan teknologi zero waste. 

Dengan begitu tidak perlu ada kekhawatiran bagi masyarakat terhadap pembangunan yang ditakutkan akan mencemari lingkungan di sekitar PPSLI B3.

"Untuk PPSLI B3 yang ada di Mojokerto ini berbeda dengan rencana pembangunan PPSLI  yang ada di Kabupaten Lamongan. Di Mojokerto ini sistemnya nanti zero waste, berbeda dengan Kabupaten Lamongan yang masih ada sistem penimbunan," kata Khofifah, Sabtu (30/3).

dikatakan gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, teknologi yang diterapkan di PPSLI B3Kabupaten Mojokerto nantinya akan disupport oleh Inggris. 

Selain di Mojokerto, Pemprov Jatim kembali Bangun Pusat Pengolah Limbah Industri, di Sini Lokasinya

Pengelolaan Limbah B3 di Cendoro Mojokerto Harus Dikontrol Ketat

Soal Rencana Pengolahan Limbah B3 di Cendoro, Amdal PPSLI-B3 Masih Proses di Kementerian LHK

Khofifah mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Inggris Moazzam Malik dan pihak Inggris menawarkan untuk membantu pengolahan limbah berbahaya di Mojokerto. Mereka menawarkan untuk berinvestasi di sana lengkap dengan penyediaan tekonoginya. 

"Jadi teknologi mereka itu sampai ke hilir, mereka bisa mengolah limbah industri B3 sampai ke end product.  Jadi end product-nya bisa a, b dan c serta macam-macam. Sebentar lagi pihak duta besar Inggris akan ketemu kita lagi untuk membicarakan detailnya," imbuh Khofifah. 

Selain itu, dari segi pengerjaan meski nantinya akan melibatkan investor dari Inggris namun Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap akan ikut serta dalam pengelolaan. Salah satu BUMD dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,  yaitu PT JGU akan bertanggung  jawab dalam pengelolaan PPSLI B3 tersebut.

Pemprov Jatim akan masih membahas kelanjutannya. Apakah nanti menggunakan sistem bagi saham atau model yang lain. Nanti akan ada hitungan ekonomi yang rigid.

Pada prinsipnya pembangunan PPSLI B3 di Kabupaten Mojokerto adalah solusi bagi industrialisasi yang ada di Jawa Timur yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Sebab jika tidak disediakan pengolahan limbah berbahaya maka solusinya adalah industri di Jawa Timur harus mengirimkan limbahnya ke Cileungsi (Jabar) dan cost-nya tentu besar," urai Khofifah

Jika ada pengolahan limbah berbahaya di Jawa Timur maka hal tersebut akan memudahkan dan memangkas biaya ekonomi bagi industri-industri di Jawa Timur. "Selain di Mojokerto kita juga akan membangun di Lamongan tapi ini nanti yang membangun adalah dari PT Dowa. PPLI tersebut merupakan cabang yang dibuka oleh Cileungsi di Jawa Timur," tambah Khofifah.

Rencananya, sebagaimana dikatakan Khofifah di atas, sistem teknologi PPSLI Lamongan akan sama dengan yang ada di Cileungsi yaitu akan ada lahan penyediaan lahan yang luas untuk penimbunan sisa pengolahan limbah industri. 

"Saya sudah bertemu dengan perusahaan yang di Cileungsi yang menyampaikan kalau misalnya Agustus ini sudah bisa ground breaking,  maka dibutuhkan waktu 10 bulan untuk mereka bisa langsung beroperasi. Jadi ini akan lebih cepat," ucapnya. 

Dengan penyediaan PPSLI B3 di Provinsi Jawa Timur ini,  Khofifah berharap proses industrialisasi yang berjalan tetap akan berjalan pro environment. Proses perkembangan industri tidak akan memberikan dampak negatif  ke lingkungan dan bisa berjalan baik dan ekonomis. 

Tags
limbah B3
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved