Ekonomi Bisnis

Terobosan Ini Jadi Kunci PT Semen Indonesia Raih Laba Bersih Rp 3 Triliun di 2018

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada 2018 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 3,086 triliun

Terobosan Ini Jadi Kunci PT Semen Indonesia Raih Laba Bersih Rp 3 Triliun di 2018
kontan
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada 2018. Perseroan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3,086 triliun.

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, mengatakan peningkatan kinerja Perseroan tahun 2018 didukung oleh strategi baru melalui berbagai program transformasi yang diterapkan di seluruh Semen Indonesia Group.

“Salah satu terobosan yang mendukung peningkatan kinerja secara signifikan adalah transformasi biaya (cost transformation). Strategi ini merupakan kunci keberhasilan perusahaan untuk bangkit,” jelasnya.

Hendi menambahkan 2018 merupakan kondisi yang berat bagi Perseroan, salah satunya dengan adanya kenaikan harga batu bara yang mempengaruhi beban operasional perusahaan.

Selain itu, persaingan industri semen nasional yang semakin ketat dengan hadirnya para pemain baru.

Pada tahun 2018, Perseroan secara konsolidasi mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 33,153 juta ton, termasuk penjualan dari Thang Long Cement (TLCC) Vietnam.

Volume penjualan tersebut naik 5,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 31,348 ton.

Sepanjang tahun 2018, volume penjualan ekspor Perseroan dari fasilitas produksi di Indonesia tercatat sebesar 3,157 juta ton, naik sebesar 68,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 1,871 juta ton.

"Meski berat, Namun kami tetap bisa mencatatkan kinerja positif," sambungnya.

Hendi merinci pendapatan Semen Indonesia tercatat Rp 30,688 triliun, naik 10,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 27,814 triliun.

Beban Pokok Pendapatan tercatat Rp 21,357 triliun, naik 7,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 19,854 triliun.

"Laba per saham dasar tercatat Rp 519 atau naik 90,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 273," pungkasnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved