Pengelolaan Limbah B3 di Cendoro Mojokerto Harus Dikontrol Ketat

Fasilitas pengelolaan limbah B3 di Jatim sangat penting mengingat banyaknya jumlah industri. Tapi, kontrol ketat harus dilakukan.

Pengelolaan Limbah B3 di Cendoro Mojokerto Harus Dikontrol Ketat
Waste Management
Ilustrasi pengolahan limbah kimia 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana pembangunan tempat pengelolaan limbah B3 di Mojokerto merupakan rencana lama. 

Rencana pembangunan IPAL B3 ini penting mengingat di Jawa Timur banyak pabrik yang menghasilkan sampah B3.

Dari segi jumlah industri,  di Jawa Timur banyak sekali dan itu hampir sebagian besar tidak memiliki pengolahan limbah B3. Sehingga pabrik-pabrik ini harus membuang sampah B3 ke Jawa Barat.

Nah, melihat kondisi ini alangkah baiknya jika Pemprov Jawa Timur mengambil alih.  Karena ini masalah besar, sekali lagi industri di Jawa Timur sangat banyak jumlahnya.

Jika yang membuang sampah B3 ini industri besar dengan membuang ke Jawa Barat, tidak ada masalah. Bagaimana dengan industri kecil yang juga memiliki sampah B3?  Maka seperti kasus Jombang atau kasus yang lain hanya sekadar menimbun sampah B3, jelas akan lebih berbahaya.

Oleh karena itu, apabila Pemprov Jatim mengambil alih dengan membuat pabrik pengolahan limbah B3 di Jawa Timur, kami sangat mengapresiasi. Asalkan semuanya dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Operasionalnya dilakukan dengan baik dan benar.

Soal Rencana Pengolahan Limbah B3 di Cendoro, Amdal PPSLI-B3 Masih Proses di Kementerian LHK

Takut Terdampak Limbah B3,Warga Cendoro Tolak Pusat Pengelolaan Limbah

Aturan yang ada saat ini memang sangat ketat,  karena berhubungan dengan bahan berbahaya beracun (B3).

Sekali lagi mengolah limbah B3 ini tidak mudah,  karena berhubungan dengan bahan yang berbahaya. 
Tapi jika pengolahan dilakukan dengan kontrol yang ketat, kemudian pemilihan lahan yang layak misalkan jauh dari pemukiman lokasi dengan kondisi tanah yang stabil, hingga perhitungan penyerapan air yang benar,  maka kami sangat mengapresiasi.

Yang perlu digarisbawahi adalah kontrol dan operasional yang dilakukan dengan benar sesuai peraturan.
Untuk pengelola nantinya harus dikaji lebih dulu, karena harus berkaca dengan sistem pengolahan.  Karena sistem pengolahan limbah B3 ini tidak mudah,  sehingga harus ada yang bertanggung jawab dan harus ada kajian tersendiri. Siapa lembaga yang akan mengelola nantinya?

Kalau melihat lokasi yang ada di wilayah Mojokerto,  harus dilihat seberapa jauh dari permukiman, berapa meter jarak dari jalan utama dan sebagainya.  Misalnya daerah itu bebas banjir, bukan cagar budaya, kondisi tanah yang stabil dan itu harus dibuktikan.

Kami belum tahu kajian yang dilakukan DLH. Tapi saya yakin   DLH akan melakukan kajian ini secara benar.
Sejauh ini dari data yang pernah kami peroleh jumlah limbah B3 di Jawa Timur mencapai jutaan ton. 

Nah, jumlah ini sangat banyak dan selama ini rata-rata pengolahan dibawa ke Jawa Barat.  Di Jawa Timur sebenarnya juga ada, tapi kapasitasnya sangat kecil.  (iit/fla)

Diolah dari wawancara dengan IDAA Warmadewanthi  ST MT PhD/Kajur Teknik Lingkungan ITS

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved