Citizen Reporter

Pemkot Surabaya Gelar Pelatihan Mendongeng bersama Hadiyan Maryadi, begini Tips-tipsnya

Pemkot Surabaya gelar Pelatihan Mendongeng bersama Hadiyan Maryadi, begini tips-tipsnya.

Pemkot Surabaya Gelar Pelatihan Mendongeng bersama Hadiyan Maryadi, begini Tips-tipsnya
foto: istimewa
Pemkot Surabaya Gelar Pelatihan Mendongeng bersama Hadiyan Maryadi di convention hall Siola. 

Pelatihan Mendongeng yang diselenggarakan di Lantai 4 Convention Hall Siola Surabaya, Kamis (28/2/2019) sangat berkesan.

Pelatihan kepada 50 orang Tim Pendongeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya difokuskan pada kegiatan mendongeng sebagai upaya transformasi Surabaya sebagai kota literasi.

Pelatihan Mendongeng diisi narasumber Hadiyan Maryadi dari Pencerita Persaudaraan Muslim Indonesia, Pelatihan dibuka Musdiq Ali Suhudi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.

Hadiyan Maryadi mengisi pelatihan mendongeng dengan penuh semangat. Peserta tak kalah bersemangat menjadi gelas kosong yang siap diisi. Hadiyan menjelaskan, menjadi pendongeng harus bisa mengendalikan mental dengan melakukan TSB yaitu Tatap, Senyum, dan Bicara agar ketika tampil tidak grogi.

"Ia harus bisa menciptakan suasana yang senang dan ceria. Pandangan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda menyukai penampilan itu atau tidak,” katanya.

Sebelum mendongeng dimulai, ajaklah pendengar melakukan kesepakatan atau peraturan sederhana karena kondisi setiap anak itu berbeda.

Contohnya, ketika akan bertanya diwajibkan mengangkat tangan dan ditunjuk, baru diperbolehkan bertanya. Ia juga mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih diksi untuk menyampaikan cerita dengan cara bertutur yang baik. Mendongeng juga harus melibatkan anak-anak.

Mendongeng dapat dilakukan siapa saja. Caranya dengan mengamati, meniru, memodifikasi. Para peserta diingatkan untuk mencari keunikan masing-masing dalam diri. Bisa mendongeng bukan karena bakat, melainkan karena proses berlatih berkali-kali.

Yang menarik bagi peserta adalah, setiap orang harus memiliki cerita yang sudah sangat dipahami sehingga ketika ia mendongeng dengan cerita yang sama, belum tentu cara penyampaiannya sama. Kekuatan dalam mendongeng terletak pada narasi kata yang indah, dialog melalui olah suara, olah ekspresi, olah tubuh dalam visual gerak, dan media bercerita.

Ilmu yang ditransfer kepada 50 orang itu tidak berhenti karena 50 orang itu akan melanjutkan ilmu itu kepada ratusan Petugas Teknis Perpustakaan di seluruh Taman Baca Surabaya. Itu akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendongeng yang bisa dilakukan dalam keluarga.

Novita Rully Anggraeny
Petugas Teknis Perpustakaan Kota Surabaya
novita.rully11@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved