Kuliner

Gurihnya Nasi Kuning Bungkus Woka

Yang unik, nasi ini tidak dikemas dalam wadah mika, seperti umumnya. Tetapi, dibungkus daun woka, mirip janur kelapa, namun daunnya lebih lunak.

Gurihnya Nasi Kuning Bungkus Woka
SURYAOnline/tri dayaning reviati
Nasi kuning bungkus woka, khas kuliner dari Manado. 

SEBELUM menyeberang, sarapan nasi kuning menjadi pilihan. Tidak sembarang nasi kuning. Menu yang biasanya menjadi sajian untuk acara tasyakuran ini, justru jadi santapan sehari-hari yang gampang didapat di swalayan atau tempat perbelanjaan lain.

Yang unik, nasi ini tidak dikemas dalam wadah mika, seperti umumnya. Tetapi, dibungkus daun woka --mirip janur kelapa, namun daunnya lebih lunak dan permukaan yang halus. 

Lauknya, berupa irisan ikan cakalang (bukan irisan daging ayam) dan kentang potong, kering tempe dan kentang, telur tebus, tak ketinggalan sambal. 

"Rasanya, gak beda jauh dengan nasi kuning umumnya, hanya sedikit gurih karena rasa ikannya. Yang unik, ya daun woka itu," tutur Edwin Nugroho, Manager Corporation Communication Telkomsel Area Jawa Bali, saat bersantap bersama rombongan media jelang keberangkatan ke Pulau Bunaken.

Cara membungkusnya, mirip jajanan lepet yang dibungkus janur kelapa. Namun, tidak diikat tali berkali-kali, hanya pada bagian atas saja yang ditutup dengan lilitan daun woka

Menu bungkus daun woka di Manado ada lagi yang tak kalah enaknya. Yaitu, jenang Manado. Tidak manis seperti umumnya. Ada taburan kenari dengan rasa jahe. 

"Rasa jahe ini yang gak bikin eneg," ungkap Eta, pengunjung dari Surabaya.

Satu lagi, camilan yang harus diincip di kota ini, yaitu lalampa. Mirip lemper bakar di Jawa. Bedanya, isinya bukan daging ayam tetapi (lagi-lagi) ikan cakalang. Jadi ada rasa gurih ikan saat digigit... enak! Dua lalampa cukup mengganjal perut selama berperahu sekitar 40 menit. 
 

Penulis: Tri Dayaning Reviati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved