Citizen Reporter

Dari Bumi ke Langit, Kumpulan Kisah Inspiratif tentang Perjuangan Penerima Beasiswa Bidikmisi UTM

Dari Bumi ke Langit, kumpulan kisah inspiratif tentang perjuangan para penerima beasiswa bidik misi UTM.

Dari Bumi ke Langit, Kumpulan Kisah Inspiratif tentang Perjuangan Penerima Beasiswa Bidikmisi UTM
foto: istimewa
Buku berjudul Dari Bumi ke Langit. 

MENJADI mahasiswa menjadi mimpi banyak anak muda, baik itu yang berasal dari keluarga mampu maupun kurang mampu. Tak peduli seperti apa status sosialnya, setiap orang boleh memiliki mimpi yang tinggi.
Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (IMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah berhasil meluncurkan buku cetakan kedua yang berjudul Dari Bumi ke Langit, akhir Februari 2019.

Buku itu berisi kumpulan kisah inspiratif mengenai perjuangan para penerima beasiswa Bidikmisi UTM sebelum menjadi siapa-siapa hingga menjadi seorang mahasiswa dengan bantuan beasiswa. Beasiswa Bidikmisi merupakan salah satu beasiswa yang diberikan pemerintah kepada mahasiswa yang memiliki latar belakang keluarga kurang mampu di Indonesia.

Awal terbentuknya project pembuatan buku itu karena saran Dodik Pranata Wijaya selaku formatur Permadani Diksi Nasional saat mengisi Seminar Online yang diadakan IMB UTM. Ia berharap, buku itu dapat menginspirasi banyak orang, terutama mahasiswa maupun calon mahasiswa Indonesia yang tengah dilema dengan dunia perkuliahan, terlebih ketika mereka mengalami kendala biaya.

Selain dukungan dari Dodik, buku itu juga mendapat apresiasi dan dukungan baik dari Wakil Rektor III UTM, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UTM, Pembina Ikatan Mahasiswa Bidikmisi UTM, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi UTM, Presiden Mahasiswa UTM, Koordinator sekaligus para anggota Ikatan Mahasiswa Bidikmisi UTM.

Abdul Rohman, Pembina IMB UTM menyambut gembira terbitnya buku karya mahasiswa.

“Semoga ini dapat memberikan motivasi mahasiswa lainnya untuk meraih asa, mimpi menjadi kenyataan dan kemenangan,” katanya.

Namun, untuk menyukseskan project itu tentunya tidaklah mudah. Para mahasiswa harus menyelesaikan semua masalah hingga buku terbit.

“Prosesnya pun memiliki banyak kendala di antaranya adalah pengumpulan kisah inspiratif, pembagian tugas, percetakan, dan masih banyak yang lainnya,” ujar Firdausi (23), Jumat (8/3/2019).

Peluncuran buku itu ternyata mendapat kesan yang sangat positif di kalangan masyarakat maupun universitas. Proses panjang itu berakhir gemilang.

Imroatul Habibatul Fitriyah
Mahasiswa Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
imroatul.habibahh@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved