HUT Kota Malang ke 105

Sektor UMKM Kota Malang, Sutiaji: 'Saatnya Kita Tembus Pasar Dunia'

sejumlah strategi telah disiapkan untuk menurunkan rasio ketimpangan pendapatan Kota Malang melalui program pemberdayaan UMKM

Sektor UMKM Kota Malang, Sutiaji: 'Saatnya Kita Tembus Pasar Dunia'
surya/hayu yudha prabowo
Daster Bordir produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang yang dijual di Rumah Solusi, Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang, Kamis (28/3/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Gini ratio atau rasio gini warga Kota Malang menunjukkan angka 0,42 persen pada 2017. Peresentasi ketimpangan pendapatan antara si kaya dengan si miskin yang cukup jauh ini menjadi perhatian serius kepemimpinan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko.

Salah satu upaya untuk menekan angka gini ratio adalah dengan pendidikan dan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berdasarkan data yang diperoleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, ada lebih dari 30 ribu pelaku UMKM di Kota Malang mulai tahun 2013 hingga 2018.

Namun selama rentang lima tahun tersebut, tidak ada peningkatan level para pelaku usaha itu atau naik kelas.

“Yang tahun 2013, usaha mikro. Sampai di 2018 masih mikro saja. Tidak ada kenaikan level. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini belum menyentuh sektor riil di Kota Malang,” jelas Sutiaji.

Untuk itu, sejumlah strategi telah disiapkan untuk menurunkan rasio ketimpangan pendapatan Kota Malang melalui program pemberdayaan UMKM.

Pelatihan UMKM meliputi manajemen produksi dan manajemen keuangan membangun fasilitas mal UMKM Menciptakan daya saing lewat kompetisi (awarding)

“Terobosan kami, UMKM bukan lagi ngomong pasar Malang tapi juga bisa menerobos pasar dunia. Mereka butuh display pemasaran, nanti kami siapkan Mal UMKM tapi yang tak kalah penting tetap
harus bisa dipasarkan luas. Untuk itu bicara kualitas kontrol, packaging dan lain-lain, Pemkot Malang dibantu teman-teman akademisi dan teman kreatif, memberikan pendampingan, dukungan, dan solusi kepada UMKM. Bagaimana nanti mereka bisa membuat produk yang low cost tapi berkualitas
bagus,” terangnya.

Penulis: Hesti Kristanti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved