Liputan Khusus

Pusat Pengolahan Limbah Resahkan Warga Cendoro Dawarblandong Mojokerto

Lahan di sana menjadi mata pencaharian utama banyak warga, mereka juga khawatir dampak panjang dari adanya pusat pengolahan itu.

Pusat Pengolahan Limbah Resahkan Warga Cendoro Dawarblandong Mojokerto
surya.co.id/aflahul abidin
Lokasi pembangunan tahap awal PPSLI B3 di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, pekan lalu. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Iwan, warga Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, terlihat sibuk merawat tanaman jagung di lahan Perum Perhutani di wilayah Bagian Pemangku Hutan (BKPH) Kemlagi, tepatnya di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/3/2019).

Tanaman jagung itu tumbuh rendah di antara pohon-pohon minyak kayu putih yang dikembangkan Perhutani.

Iwan mengelola kurang dari 1 hektare (ha) lahan.

Bertani di area milik Perhutani menjadi salah satu pemasukan pasti bagi keluarganya.

“Katanya, lahan ini nanti mau dijadikan perkantorannya pusat pengelolaan limbah,” Iwan bercerita.

Pusat pengelolaan limbah yang ia maksud adalah Pusat Pengelolahan Sampah dan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (PPSLI-B3) yang rencananya akan dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur di lokasi itu.

Proses peletakan batu pertama pembangunannya sudah berlangsung pada 10 Ferbuari 2019.

Rencana pembangunan PPSLI-B3 itu membuat cemas Iwan dan warga Desa Cendoro.

Setidaknya, ada 132 warga yang memanfaatkan lahan Perhutani di BKPH) Kemlagi untuk pertanian.

Dari sekitar 50 ha perencanaan lokasi untuk PPSLI, 40 ha adalah lahan penghidupan bagi banyak warga.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved