Berita Pasuruan

Polisi Ciduk Anjal yang Kerap Resahkan Sopir Truk di Pasuruan. Setelah Dibina, Langsung Dipulangkan

Puluhan anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di jalanan terkena razia unit patroli Satlantas Polres Pasuruan, Senin (1/4/2019) sore.

Polisi Ciduk Anjal yang Kerap Resahkan Sopir Truk di Pasuruan. Setelah Dibina, Langsung Dipulangkan
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Polisi mengamankan anak-anak jalanan yang kerap meresahkan pengendara di Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Puluhan anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di jalanan terkena razia unit patroli Satlantas Polres Pasuruan, Senin (1/4/2019) sore.

Setelah terkena razia, mereka dibawa ke pos Satlantas Polres Pasuruan yang ada di Gempol untuk menjalani pembinaan.

Dari razia ini, ada 12 anjal yang berpenampilan selayaknya anak-anak punk yang diamankan.

Saat diperiksa, ternyata anak-anak ini belum lulus SMA. Mereka berasal dari Pasuruan, Grati, Bangil, Beji dan beberapa daerah lainnya di Pasuruan.

Tak hanya berkeliaran di jalanan, anak\-anak ini juga sering mangkal di Gempol 9. Keberadaan mereka juga sering dikeluhkan banyak orang.

Pasalnya, mereka kerap memaksa meminta uang saat mengamen kepada para sopir truk. 

"Saya hanya ngamen saja, tidak berbuat apa-apa," kata seorang anjal.

Brigadir Hermansyah, salah satu anggota Satlantas Polres Pasuruan mengatakan, mereka ini diamankan untuk dibina agar tidak lagi membuat resah masyarakat. 

"Kami amankan, karena barusan ada laporan dari sopir, anak-anak punk yang ngamen dengan cara memaksa untuk kasih uang kepada mereka, kalau tidak diberi dirusak kendaraan sopir tersebut," katanya kepada Surya.

Ia pun mengatakan, unit Turjawali yang biasa patroli langsung menindaklanjuti laporan itu.

Ia menegaskan, dalam hal ini, semuanya hanya sifatnya pembinaan. Ia meminta kepada anak-anak ini untuk tidak berkeliaran di jalan, dan memanfaatkan waktunya untuk belajar.

"Setelah dibina dan diberi sosialisasi, anak-anak ini kami pulangkan ke rumahnya masing - masing. Kami naikkan angkutan ke daerah asalnya. Yang di Beji turun Beji, yang Grati ya turun Grati," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved