Citizen Reporter

Belajar Gotong Royong dari Sistem Tanam Padi Otosan di Desa Poter, Tanah Merah, Bangkalan, Madura 

Belajar gotong royong dari sistem tanam padi otosan di Desa Poter, Tanah Merah, Bangkalan, Madura. 

Belajar Gotong Royong dari Sistem Tanam Padi Otosan di Desa Poter, Tanah Merah, Bangkalan, Madura 
foto: istimewa
Ilustrasi tanam padi. 

MEMASUKI musim penghujan adalah saatnya menanam padi. Menanam padi mungkin sudah biasa. Namun, di lain daerah biasanya lain pula sistemnya. Itu seperti budaya penanaman padi di Desa Poter, Kecamatan Tanam Merah, Kabupaten Bangkalan.

Mereka membuat budaya penanaman bertajuk otosan atau dalam bahasa Indonesia disebut utusan. Budaya itu sudah ada sejak dulu kala, warisan dari leluhur.

Budaya otosan berarti tiap-tiap pemilik ladang akan mengutus seseorang atau dirinya sendiri untuk membantu pemilik lahan lain yang akan menanam padi. Nanti, jika dia akan menanam padi juga, maka orang-orang yang sebelumnya sudah dia bantu penanaman padinya akan ikut membantunya juga. Singkatnya, tolong-menolong.

Menurut Zainab (14/2/2019), salah satu petani di Desa Poter, budaya otosan membantu para petani menekan biaya penanaman padi. Itu karena pemilik lahan tidak perlu membayar upah orang yang membantunya saat itu.

“Lebih gampang, karena cuma ngasih sarapan. Tidak perlu keluar uang lagi,” ujarnya.
Dalam budaya otosan, pemilik lahan hanya perlu menyediakan sarapan, air minum, serta camilan. Itu biasanya akan diantarkan antara pukul 7.00-7.30.

Uniknya, budaya otosan tidak hanya berlaku bagi para petani yang memiliki lahan saja, namun juga bagi para buruh tani yang tidak punya lahan. Biasanya, mereka juga ikut membantu dan akan mendapatkan upah nanti, saat musim panen tiba.

Upah yang biasanya diperoleh yaitu satu karung padi yang baru selesai dipanen. Padi itu akan dibawa selepas ia bekerja membantu panen.

Pemilik lahan memberikan buruh tani kebebasan mengisi sendiri karungnya, entah akan diisi sampai penuh maupun sekadarnya. Mereka saling menerapkan azas kepercayaan satu sama lain.

Dunia boleh saja semakin maju, teknologi semakin berkembang pesat hingga kini terdapat mesin penanam padi.

Namun, masyarakat Desa Poter masih melestarikan budaya otosan. Mereka menganggap sudah sepatutnya untuk menjaga warisan para leluhur.

Siti Halwah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
sitihalwah@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved