Berita Banyuwangi

Dalam Tiga Bulan, 101 Ritel Rakyat Banyuwangi Kolaborasi Bersama Warung Pintar

Saat ini terdapat sekitar 800 orang di Banyuwangi yang telah mendaftar dan mengantre untuk memiliki Warung Pintar

Dalam Tiga Bulan, 101 Ritel Rakyat Banyuwangi Kolaborasi Bersama Warung Pintar
SURYA.co.id/Haorrahman
COO & Co-Founder Warung Pintar, Harya Putra (kiri) dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Akhir Desember 2018, Pemkab Bayuwangi secara resmi meluncurkan program kolaboratif bersama startup teknologi ritel Banyuwangi, Warung Pintar. Tidak sampai tiga bulan, kini terdapat 101 warga Banyuwangi yang memiliki usaha ritel Warung Pintar.

Bahkan saat ini terdapat sekitar 800 orang di Banyuwangi yang telah mendaftar dan mengantre untuk memiliki Warung Pintar.

"Antusias masyarakat Banyuwangi sangat besar. Banyuwangi menjadi daerah pertama yang kolaborasi bersama Warung Pintar. Ini menjadi lagkah pembuka dari rencana besar Warung Pintar dalam menghubungkan UMKM lokal di tiap daerah di Indonesia," kata Harya Putra, COO & Co-Founder Warung Pintar, Sabtu (30/3/2019).

Di Banyuwangi, Warung Pintar telah banyak ditemui di berbagai ruang publik fasilitas umum milik pemerintah, seperti di Taman Blambangan, Taman Sayu Wiwit, Pusat Oleh-Oleh Dinas Koperasi dan UMKM, Kantor Kecamatan Genteng, Mal Pelayanan Publik, dan lainnya. Di temat-tempat itu, Warung Pintar dikelola oleh warga yang ingin berwirausaha.

Seperti di Taman Blambangan, dikelola oleh Budi Santoso yang merupakan petugas kebersihan. Ada juga masyarakat yang dulunya memiliki warung kelontong kini beralih ke Warung Pintar. Ada pula warga yang baru memulai wirausaha dengan Warung Pintar.

Harya mengatakan, dipilihnya Banyuwangi sebagai daerah pertama ekspansi Warung Pintar setelah Jabodetabek, karena Banyuwangi merupakan kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.

"Banyuwangi memiliki visi yang sama dengan kami, yakni meningkatkan potensi usaha mikro dengan memanfaatkan teknologi, apalagi saat ini telah memasuki Revolusi Industri 4.0. Di Banyuwangi kami juga belajar bagaimana berkolaborasi dengan cepat," jelas Harya.

Harya menjelaskan, Warung Pintas tidak hanya sekadar digitalisasi usaha mikro, namun juga menjadi pemberdayaan masyarakat. Memanfaatkan teknologi untuk membuat produk yang bisa dimanfaatkan pedagang, supaya lebih produktif.

Di Banyuwangi, menurut Harya, Warung Pintar menjadi Hub antaraa UMKM dan pariwisata. Warung Pintar menerapkan strategi hyperlocal dengan pemberdayaan UMKM dan pariwisata, dengan menjadikan Warung Pintar sebagai pusat informasi pariwisata.

"Dengan demikian, UMKM yang bekerja sama dengan Warung Pintar bisa saling terhubung dan meningkatkan kapabilitas bisnisnya," jelasnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, program ini merupakan kedaulatan ekonomi rakyat yang sering diperbincangkan.

"Banyuwangi terus membangun kewirausahaan masyarakat. Kami ingin ada percepatan UMKM, Bumdes, dan ekonomi masyarakat," kata Anas.

Anas mengatakan, Warung Pintar merupakan semangat untuk berubah. Mengubah manajemen dengan menggunakan teknologi dan bisa meningkatkan kapabilitas dan pendapatan masyarakat.

"Ini adalah solusi baru bagi kebijakan kami yang membatasi pasar ritel modern," tambah Anas.

Anas optimistis, pada 2020 ekonomi daerah Banyuwangi akan tumbuh dalam kisaran 5,5 hingga 5,7 persen, di atas prediksi ekonomi nasional sebesar 5,1-5,5 persen.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved