Lapor Cak

Area Skateboard Taman Bungkul Surabaya Jadi Tempat Bermain Anak, Penghobi Skateboard Kecewa

Para penghobi skateboard kecewa karena arena Skateboard di Taman Bungkul justru jadi tempat main anak. Berbahaya kan....

Area Skateboard Taman Bungkul Surabaya Jadi Tempat Bermain Anak, Penghobi Skateboard Kecewa
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Suasana area skateboard Taman Bungkul saat siang dan sore, Kamis (28/3/2019). Lokasi ini menjadi tempat favorit anak anak bermain dan para pemain skeater harus mengalah mencari waktu saat luang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Salah satu fasilitas yang dihadirkan di Taman Bungkul Surabaya adalah area bermain skateboard.

Para skater dapat berlatih dan menguji keahliannya dengan bermain di arena yang dapat diakses 24 jam ini.

Sayangnya, fasilitas arena skateboard Taman Bungkul Surabaya ini banyak dijadikan tempat nongkrong dan bermain oleh masyarakat yang tidak bermain skateboard, di antaranya adalah anak-anak.

Padahal, arena ini terbilang berbahaya bagi anak karena bisa menyebabkan cedera jika bertabrakan dengan para pemain atau papan skate board.

Indra Komeng, salah satu pemain skateboard menuturkan bahwa arena tersebut memang kerapkali dijadikan tempat bermain anak kecil.

Hal ini disayangkan oleh salah satu anggota komunitas Surabaya Skateboard yang akrab dipanggil Kumon ini.

"Dulu sebenarnya ada papan keterangan kalau area ini (area skateboard Taman Bungkul) hanya diperuntukkan bagi yang bermain skateboard. Tapi sekitar tahun 2007 kalau nggak salah, papannya sudah nggak ada. Jadi sekarang juga sering dijadikan tempat main anak-anak," tutur Kumon.

Memang, lanjutnya, Taman Bungkul adalah tempat umum. Namun Kumon beranggapan bahwa di Taman Bungkul sudah tersedia area untu anak-anak bermain.

Untuk menghindari anak-anak terluka karena papan skate, Kumon dan teman-temannya memilih mengalah dengan bermain di waktu yang sepi pengunjung.

"Kami mengalah dengan cari waktu yang aman. Biasanya mulai sekitar jam 9 atau 10 malam. Nunggu sepi," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved