Ekonomi Bisnis

Pasar Surabaya Untuk Beli Properti di Australia Mulai Menggeliat

Banyaknya pembeli asal Surabaya yang membeli apartemen di Australia menarik pengembang asal Australia untuk menggaet pasar di kota ini.

Pasar Surabaya Untuk Beli Properti di Australia Mulai Menggeliat
surya/sugiharto
Executive President Xavier Marks 1st Home South, Benny Soegianto, menunjukkan gedung apartemen di Australia 108 berlatar belakang awan terletak di Melbroune Australia, yang sedang dipamerkan di Galaxy Mall Surabaya, Selasa (26/8/2019). Pameran yang sengaja digelar di Galaxy Mall Surabaya ini memang menyasar warga Surabaya yang animonya sangat tinggi untuk memiliki investasi di luar negeri. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, Surabaya khususnya, yang tumbuh di atas nasional, menarik pengembang asal Australia untuk menggaet pasar di kota ini. Dari data yang ada, pembeli produk properti asal Surabaya di Australia cukup tinggi, terutama untuk keperluan studi anak-anaknya.

"Itu untuk pembeli yang sudah punya anak, sementara yang muda-muda, mereka juga minat investasi produksi properti di Australia, terutama di Melbourne jelas Benny Soegianto, Executive President Xavier Marks 1st Home South, di Surabaya, Selasa (26/3/2019).

Merlbourne merupakan kota besar kedua Australia setelah Sidney. Sama seperti Surabaya yang merupakan kota kedua di Indonesia.

Harganya juga lebih terjangkau untuk pasar Surabaya, terutama produk apartemen, yang saat ini mulai tumbuh di Melbourne.

“Kalau pembeli asal Jakarta biasanya membeli di Sidney. Tapi kalau pembeli asal Surabaya kebanyakan membeli di Melbourne,” ujar Benny.

Banyaknya pembeli asal Surabaya yang membeli apartemen di Australia karena selain jaraknya lebih dekat, juga banyak pelajar asal Surabaya yang kuliah di sana, sehingga mereka berpikir akan lebih efisien jika membeli apartemen disana.

“Kalau mau nyewa kan mahal, rata-rata 300-500 dolar Australia (AUD) per minggu. Jadi kalau membeli unit lebih efisien. Sebab KPA bisa sampai 30 tahun. Kalau disewakan, hasil sewa saja cukup untuk membayar KPR yang rata-rata 2.000 AUD per bulan," ungkap Benny.

Selain itu dari sisi perpajakan juga dianggap lebih murah.

Sebab pajak jual beli property di sana sekitar 12,5 persen.

Nanti kalau mau dijual kembali sudah tidak ada pajak balik nama.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved